Hoegeng, Sosok Teladan Kepolisian

Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso. Foto: Istimewa

Hoegeng, Sosok Teladan Kepolisian

Siti Yona Hukmana • 6 November 2026 10:29

Jakarta: Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso menjadi salah satu sosok yang melegenda dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Mantan Kapolri periode 1968–1971 itu dikenal karena integritas, ketegasan, dan kesederhanaannya dalam menjalankan tugas sebagai penegak hukum.

Hoegeng dikenang sebagai sosok polisi yang teguh memegang prinsip dan tidak mudah tunduk pada kepentingan tertentu. Sikap tersebut menjadikannya simbol integritas di lingkungan kepolisian, bahkan puluhan tahun setelah masa pengabdiannya berakhir.

Selama menjabat sebagai Kapolri, Hoegeng menempatkan kejujuran dan profesionalisme sebagai prinsip utama dalam menjalankan kewenangan. Baginya, jabatan kepolisian merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Prinsip Ketegasan, Kesederhanaan, dan Integritas Hoegeng

Ketegasan Hoegeng tercermin dari komitmennya untuk menegakkan hukum tanpa memandang jabatan maupun latar belakang seseorang. Ia dikenal tidak ingin kewenangan kepolisian dipengaruhi kedekatan pribadi, kekuasaan, atau kepentingan tertentu.

Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Iman Santoso. Foto: Istimewa

Prinsip tersebut menjadi bagian penting dari rekam jejaknya sebagai pimpinan kepolisian. Hoegeng menunjukkan penegakan hukum harus berjalan secara adil dan tidak boleh tunduk pada tekanan dari pihak mana pun.

Selain ketegasannya, Hoegeng dikenal dengan gaya hidup yang sederhana. Jabatan sebagai pimpinan tertinggi kepolisian tidak membuatnya menjadikan kedudukan sebagai sarana untuk memperoleh kemewahan maupun keuntungan pribadi.

Kesederhanaan tersebut berjalan seiring dengan prinsip integritas yang selalu dijaganya. Ia menjadi contoh bahwa kehormatan seorang anggota kepolisian tidak ditentukan oleh pangkat dan jabatan, melainkan oleh sikap serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

Warisan Keteladanan bagi Polri

Nilai-nilai yang ditinggalkan Hoegeng masih relevan bagi Polri hingga saat ini. Di tengah tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas aparat penegak hukum, sosoknya menjadi pengingat pentingnya menjaga kepercayaan publik.

Hoegeng bukan sekadar bagian dari sejarah kepolisian Indonesia. Ia menjadi simbol pengabdian dan integritas yang dapat terus dijadikan teladan bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Siti Yona Hukmana)