Pemerintah Terima 2 Pesawat Bantuan dari Australia untuk Penanganan Karhutla

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei (tengah). Foto: Istimewa.

Pemerintah Terima 2 Pesawat Bantuan dari Australia untuk Penanganan Karhutla

Diva Rabiah • 5 November 2026 11:32

Jakarta: Pemerintah menerima bantuan pesawat dari Australia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Bantuan udara tersebut dikerahkan guna membantu proses penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Jadi di hadapan kita sudah ada dua pesawat dari New South Wales Rural Fire Service, ada satu pesawat C-130, kemudian ada pesawat Cessna Citation sebagai pemandunya,” ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Operasi penanganan karhutla melalui jalur udara ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari ke depan, pada 6-12 November 2026. Rencananya, seluruh armada bantuan tersebut akan dikonsentrasikan untuk beroperasi di wilayah Kalimantan Timur.

Bantuan yang dikirimkan New South Wales Rural Fire Service tersebut terdiri atas dua unit pesawat khusus. Pengoperasian armada ini didukung langsung kehadiran para pilot, kru, serta tenaga paramedis.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier menjelaskan pengiriman armada ini merupakan tindak lanjut dari asesmen teknis bersama. Bantuan tersebut dirancang untuk memaksimalkan efektivitas pemadaman api di titik-titik rawan karhutla.

Dukungan teknis itu mencakup pesawat Large Air Tanker yang memiliki kapasitas muatan sangat besar dalam setiap penerbangan. Armada canggih ini diharapkan mampu mempercepat proses pemadaman di area yang sulit dijangkau.

“Dukungan tersebut mencakup pesawat Large Air Tanker yang mampu menjatuhkan hingga 15.000 liter air dalam setiap sortie, dengan hingga 6 sortie diperkirakan dapat dilakukan setiap hari,” ungkap Brazier.


Bantuan pesawat dari Australia untuk penanganan karhutla. Foto: Istimewa. 

Brazier menambahkan kerja sama penanggulangan bencana ini mencerminkan eratnya hubungan diplomatik kedua negara yang telah terjalin lama. Solidaritas antarkedua bangsa selalu diwujudkan melalui aksi saling membantu saat menghadapi situasi darurat.

Kolaborasi kemanusiaan tersebut sekaligus mengenang sejarah panjang kerja sama bilateral dalam penanganan bencana lintas negara. Hubungan erat ini telah terjalin sejak dekade silam, termasuk saat Indonesia mengirimkan bantuan evakuasi darurat ke Australia.

“Sejarah kita yang saling membantu telah berlangsung lama. Saat Cyclone Tracy pada tahun 1974, Indonesia mengirimkan pesawat C-130 Hercules untuk membantu evakuasi warga di Darwin,” pungkas Brazier.

(Gabriella Thesa Widiari)