1.417 Keluarga di Lumajang Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

1.417 Keluarga di Lumajang Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 12:20

Lumajang: Badan Nasional Penanggulangan Bencanan (BNPB) melaporkan hujan berintensitas tinggi pada 1-2 November 2026, memicu luapan suangai, tanggul jebol. tanah longsor, dan pohon tumbang di Lumajang, Jawa Timur, Ribuan kepala keluarga (KK) yang tersebar di tiga kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi tersebut. 

"Berdasarkan pendataan sementara, sekitar 1.417 kepala keluarga (KK) dan 1.417 unit rumah terdampak," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan resmi, Selasa, 3 November 2026. 

Dia menyebut tiga kecamatan terdampak bencana yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. Meliputi delapan desa, yaitu Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

"Bencana juga berdampak pada akses jalan, jaringan listrik, serta lahan pertanian," kata dia.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang melakukan penanganan dan pendataan di sejumlah lokasi, termasuk pembukaan akses jalan yang terdampak longsor pada jalur tembus Tamansari–Iburaja. Pemantauan juga dilakukan terhadap wilayah terisolasi, rumah warga yang terancam kerusakan, debit sungai, jembatan limpas, serta kondisi tanggul untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.

"Bantuan logistik darurat disiapkan bagi masyarakat terdampak," jelas dia.

Rumah warga terdampak tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur. (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang)

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 2 November 2026, sebagian wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November 2026. Pada periode ini. BNPB mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat disertai petir, angin kencang atau puting beliung, banjir, serta tanah longsor.

"Selalu cek informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini secara berkala melalui kanal resmi BMKG, bersihkan saluran air, selokan, dan talang rumah agar aliran air tidak tersumbat dan menyebabkan genangan, pangkas dahan atau ranting pohon yang terlalu lebat, rapuh, atau berada dekat dengan kabel listrik dan bangunan, pahami jalur evakuasi dan siapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan darurat untuk 3 hari," pesan dia. 

BNPB mengingatkan pemerintah daerah untuk melakukan 8 langkah kesiapsiagaan yakni pemetaan wilayah rawan; memastikan kesiapan sumber daya manusia, personel, peralatan dan logistik; mengoptimalkan dana darurat; memperkuat mekanisme sistem peringatan dini; meningkatkan sosialisai evakuasi mandiri termasuk pada kelompok rentan; dan normalisasi sungai serta pembersihan fasilitas pengendali banjir.

(Lukman Diah Sari)