Pengamat politik, Titi Anggraini. Dok. Tangkapan Layar
Bencana Bagi Demokrasi Jika Ada Kotak Kosong di Pilgub Jakarta
Imanuel R Matatula • 8 August 2024 11:29
Jakarta: Pengamat politik, Titi Anggraini, mengatakan bencana bagi demokrasi jika Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024 mempertemuan bakal calon gubernur melawan kotak kosong. Apalagi, Jakarta sebagai barometer politik bagi daerah lain.
“Kalau sampai Jakarta itu calon tunggal melawan kotak kosong, itu bencana bagi demokrasi kita. Pertama Jakarta menjadi barometer politik,” kata Titi dalam tayangan Metro TV, yang dikutip pada Kamis, 8 Agustus 2024.
Menurut dia, sebenarnya banyak figur berkompeten untuk diusung maju di Pilgub Jakarta. Namun, seakan ada membatasi dengan kesepakatan politik yang menghambat kader-kader tersebut maju di pilkada.
“Hakikatnya pilkada itu soal kompetisi, dan partai politik adalah sumber rekrutmen yang melakukan kaderisasi dan rekrutmen politik secara demokratis. Partai yang memiliki peluang mengusung kader terbaiknya malah paduan suara hanya mengusung satu calon,” ucap Titi.
Baca Juga:
Partai Politik Dinilai Gagal Menciptakan Kompetisi Sehat Jika Ada Kotak Kosong di Pilkada Jakarta |
Titi mengatakan Jakarta merupakan daerah dengan indeks demokrasi yang tinggi. Sehingga, dia ragu bakal muncul kotak kosong di Pilgub Jakarta karena warganya kritis.