Ilustrasi. Foto: Freepik.com.
Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Diperluas hingga Wilayah 3T
Naufal Zuhdi • 25 June 2026 03:54
Jakarta: Ekspansi jangkauan pelayanan pemberdayaan perempuan hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) terus dilakukan. Hal ini demi memberikan kesempatan bagi perempuan pengusaha ultra mikro yang selama ini kesulitan menyentuh akses perbankan (unbankable).
“Pertumbuhan bukan semata tentang angka, tetapi tentang semakin banyak perempuan prasejahtera yang memiliki kesempatan untuk bangkit, berusaha, dan memperbaiki kehidupan keluarganya," ujar Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Kindaris, dalam keterangan tertulisnya, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 24 Juni 2026.
Baca Juga :
Kolaborasi strategis ini dilakukan PT PNM dan Danantara. Langkah ini sebagai komitmen penuh untuk menghapus kesenjangan finansial di daerah pelosok.
Kindaris menegaskan bahwa perluasan pelayanan ke daerah pelosok ini menjadi komitmen dalam memberdayakan perempuan kelompok subsisten. Melalui payung Danantara, program perluasan akses tersebut diiringi dengan penguatan tata kelola berbasis data dan fakta agar modal yang disalurkan jauh lebih berkualitas serta tepat sasaran.
Melalui fondasi bisnis dan pengawasan yang makin kuat, perluasan wilayah layanan ke depan diproyeksikan tidak akan lagi terhambat oleh kendala jarak geografis.
"Bersama Danantara, PNM ingin memastikan manfaat pemberdayaan hadir dengan tata kelola yang lebih baik, penyaluran yang lebih berkualitas, dan semangat yang tetap dekat dengan masyarakat. Agar tidak ada lagi gap akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi mereka yang tinggal di perkotaan maupun di ujung Indonesia,” kata Kindaris.
.jpeg)
Ekspansi jangkauan pelayanan pemberdayaan perempuan hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Foto: Dok. Istimewa.
Hingga saat ini, langkah ekspansi masif tersebut telah berhasil melayani 23,1 juta nasabah perempuan prasejahtera di seluruh Indonesia. Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisi kelembagaan sebagai salah satu motor pemberdayaan dan pembiayaan khusus perempuan terbesar di dunia.
Tidak sekadar menyalurkan pembiayaan modal usaha, pelayanan yang menyasar ke pelosok ini turut disertai pendampingan kelompok secara berkelanjutan. Langkah komprehensif tersebut sengaja dirancang untuk membangun kapasitas usaha sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri perempuan prasejahtera agar mampu mendongkrak perekonomian keluarganya secara mandiri.
Strategi jitu perluasan akses pembiayaan yang tetap mempertahankan performa bisnis yang sehat ini menuai hasil positif. COO Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengapresiasi tinggi lonjakan kinerja operasional yang dinilai sukses melampaui target yang ditetapkan.
Menurut Dony, performa tersebut berjalan lurus dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas tata kelola yang ditekankan oleh instansinya.