Profil dan Rekam Jejak Brigjen Arif Budiman, dari Sragen Hingga Bareskrim

Brigjen Pol Arif Budiman. Istimewa.

Profil dan Rekam Jejak Brigjen Arif Budiman, dari Sragen Hingga Bareskrim

Arga Sumantri • 30 June 2026 18:15

Jakarta: Dedikasi, integritas, dan sederet prestasi yang ditorehkan selama bertugas mengantarkan Arif Budiman menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi. Kenaikan pangkat tersebut menjadi bentuk kepercayaan institusi atas kiprahnya dalam membangun pelayanan publik sekaligus mengungkap berbagai kasus 'kelas kakap'.

Kenaikan pangkat ini dinilai menjadi bukti kerja-kerja nyata akan selalu mendapat kepercayaan. Arif Budiman dinilai mampu menghadirkan pelayanan yang inovatif sekaligus penegakan hukum yang profesional.

Rekam Jejak Arif Budiman

Arif Budiman merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1999. Pria yang lahir di Semarang pada 21 November 1977 itu tercatat pernah menjadi Kapolres Sragen pada 2017. Selanjutnya, dipercaya menjadi Kapolres Jepara pada 2018. 

Selama memimpin di Jepara, Arif berhasil membawa institusi yang dipimpinnya meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Ini merupakan penghargaan pelayanan publik kategori sangat baik, hingga berbagai apresiasi atas inovasi dan tata kelola organisasi yang transparan. Pada 2021, Arif memimpin Polresta Cirebon. Selama kepemimpinannya, Polresta Cirebon mencatatkan 48 penghargaan internal sepanjang 2023, termasuk apresiasi dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO). 

Selain itu, 23 penghargaan eksternal juga diraih dari berbagai lembaga, seperti Ombudsman RI, MarkPlus Institute, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Lemkapi.

Inovasi Green Service

Salah satu inovasi di Cirebon yang menonjol ialah program Green Service. Ini merupakan layanan penerbitan SIM dan SKCK yang memungkinkan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dibayar melalui hasil tabungan sampah plastik di bank sampah.

Program tersebut tidak hanya mempermudah pelayanan, tetapi juga mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan. Di Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, jumlah nasabah bank sampah bahkan meningkat hampir dua kali lipat setelah program itu diluncurkan.

Kuwu Desa Krandon, Warnawan, mengungkapkan program Green Service berhasil menarik minat warga untuk menjadi nasabah bank sampah.

"Jumlah nasabah meningkat dari sekitar 60 orang menjadi lebih dari 120 orang. Banyak warga tertarik menabung sampah karena hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mengurus SIM maupun SKCK," ujar Warnawan.

Brigjen Pol Arif Budiman. Istimewa.

Karier Arif Budiman berlanjut sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah. Selama mengemban posisi tersebut, ia mengungkap berbagai kasus strategis, mulai dari pelanggaran perlindungan konsumen pada produk MinyaKita, hingga pabrik pupuk palsu dengan kapasitas produksi mencapai 400 ton per bulan.

Pada September 2025, Arif Budiman dipercaya mengemban jabatan Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. Ia turut mengungkap berbagai kejahatan ekonomi berskala besar, antara lain:
  • Penyelundupan ballpress senilai Rp1,3 triliun
  • Tindak pidana pencucian uang hasil pertambangan emas ilegal dengan estimasi kerugian negara Rp25,9 triliun
  • Penyelundupan telepon seluler ilegal senilai Rp235 miliar
  • Dugaan penipuan investasi berkedok fintech syariah yang diperkirakan merugikan sekitar 15 ribu nasabah dengan nilai mencapai Rp2,4 triliun.
Arif terus berupaya mengembangkan kapasitas akademiknya dengan menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Brawijaya, serta lulus Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri pada 2024. Sepanjang kariernya, ia juga telah dianugerahi berbagai tanda kehormatan, termasuk Satyalancana Pengabdian 24 Tahun, yang menandakan konsistensi dan integritasnya mengabdi di Korps Bhayangkara.

(Arga Sumantri)