Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pakar Minta Investigasi Menyeluruh

Kecelakaan kereta di Bekasi Timur. (tangkapan layar)

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Pakar Minta Investigasi Menyeluruh

Muhamad Marup • 28 April 2026 11:30

Jakarta: Kecelakaan kereta terjadi di Bekasi Timur menyita perhatian publik. Insiden tabarakan kereta yang memakan korban belasan meninggal dunia dan puluhan luka-luka itu bermula ketika ada taksi menerobos pelintasan kereta tak jauh dari lokasi tabrakan kereta.

Rektor Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sekaligus pakar transportasi publik, Tri Basuki Joewono, mengatakan, pentingnya investigas menyeluruh atas kejadian tersebut. Menuruntya, kronologi kejadian tidak cukup untuk perbaikan ke depannya.

"Walaupun kronologi telah disampaikan, namun detail masih perlu diinvestigasi. Sehingga setiap pihak dapat belajar untuk melakukan perbaikan ke depan sehingga kejadian kecelakaan tidak akan terjadi lagi," ujar Tri, kepada Metrotvnews.com, Selasa, 28 April 2026.

Meski kecelakaan dalam transportasi melibatkan banyak pihak, Tri meminta pemerintah dan operator perlu memastikan bahwa seluruh sistem berjalan sesuai standar keselamatan tertinggi.

Ia menambahkan, operator dan petugas perlu membekali diri dengan standar kompetensi tinggi, kesiapan dan kesehatan yang memadai, pengetahuan yang cukup, serta berada dalam lingkungan kerja yang sehat.

"Operator dan petugas perlu menyadari tanggungjawab besar dalam kerjanya, sehingga mereka perlu didukung dengan semua dukungan terbaik dalam menjalankan tugasnya," ucapnya.


Ilustrasi Pexels

Tri menekankan, setiap individu yang terlibat dalam pengoperasian maupun penggunaan, perlu untuk menyadari risiko dalam bertransportasi. Selaon pemerintah dan operator, pengguna dan masyarakat perlu berperilaku dengan bertanggung jawab saat berinteraksi dalam sistem transportasi

"Kecelakaan dalam sistem transportasi bukan kejadian yang berdiri sendiri, namun hasil dari pengaruh dan interaksi dalam sistem yang lebih besar. Ada banyak variabel yang ikut menentukan kejadian tersebut," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)