TASPEN Beri Santunan untuk Guru Korban Kecelakaan Kereta Api

TASPEN beri santunan kepada korban kecelakaan kereta api pada, Rabu, 29 April 2026, di Balai Kota DKI Jakarta. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

TASPEN Beri Santunan untuk Guru Korban Kecelakaan Kereta Api

Duta Erlangga • 29 April 2026 21:45

Jakarta: PT TASPEN (Persero) menyalurkan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Tabungan Hari Tua (THT) sebesar Rp283.227.000 kepada ahli waris Almarhumah Nurlaela, guru SD Negeri Pulo Gebang 11 Petang yang menjadi korban kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi.

Corporate Secretary TASPEN Henra menyampaikan duka cita atas wafatnya almarhumah dan memastikan seluruh hak diberikan secara cepat dan transparan kepada keluarga korban.

"Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Nurlaela. Dedikasi beliau sebagai tenaga pendidik adalah jasa yang besar bagi bangsa. Melalui proses yang cepat dan transparan, kami pastikan seluruh hak almarhumah tersampaikan kepada keluarga untuk membantu menjaga keberlangsungan hidup dan pendidikan putra beliau," katanya.

Total santunan Rp283.227.000 tersebut terdiri dari manfaat JKK sebesar Rp227.076.400 yang mencakup santunan kematian, uang duka tewas, biaya pemakaman, serta bantuan beasiswa pendidikan anak. Selain itu, terdapat manfaat THT sebesar Rp56.150.600.

Pemberian manfaat ini menjadi bentuk perlindungan komprehensif negara melalui TASPEN dalam menjamin kesejahteraan aparatur sipil negara (ASN) dan keluarganya saat menghadapi risiko kerja.
 


Pemprov DKI Jakarta sampaikan duka dan serahkan santunan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan kereta api tersebut.

"Mewakili pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhumah Ibu Nurlaela, seorang PNS guru, dan almarhumah Ibu Nurhayati, seorang honorer Tata Usaha, yang menjadi korban dalam peristiwa kecelakaan fatal beberapa waktu lalu," kata Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 29 April 2026.


Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. (Dok. Metrotvnews.com/Duta Erlangga)

Ia menilai peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja sekaligus perlunya peningkatan perlindungan bagi para pekerja.

"Bantuan ini memang tidak dapat menggantikan kehilangan orang-orang tercinta, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban serta membantu dalam tahap pemulihan di tengah duka yang dirasakan," ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Patrick Pinaria)