Polisi Ungkap Kasus Begal Nakes di Probolinggo Rekayasa, Motor Dijual Rp1,5 Juta

Ilustrasi kriminalitas. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Polisi Ungkap Kasus Begal Nakes di Probolinggo Rekayasa, Motor Dijual Rp1,5 Juta

Lukman Diah Sari • 4 June 2026 11:01

Probolinggo: Polres Probolinggo memastikan bahwa kasus dugaan pembegalan terhadap seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, hanyalah rekayasa. Nyatanya, sepeda motor yang diduga dibegal itu, dijual seharga Rp1,5 juta.

"Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan mendalam, jajaran Polsek Kraksaan bersama Polres Probolinggo memastikan bahwa peristiwa tersebut bukan merupakan tindak kriminal sebagaimana yang sebelumnya dilaporkan," kata Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, melansir Antara, Kamis, 4 Juni 2026.

Sebelumnya, seorang nakes RSUD Waluyo Jati bernama Nugroho Priyo Wicaksono asal Kecamatan Kraksaan mengaku menjadi korban begal di sekitar kawasan Makam Pahlawan Sidomukti, Kraksaan, pada Senin malam, 1 Juni 2026. Namun, dari hasil pemeriksaan petugas ditemukan sejumlah kejanggalan.

"Karena luka yang dialami korban tidak sesuai dengan kronologi pembegalan yang disampaikan," jelas dia.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan petugas, yang bersangkutan mengakui bahwa cerita pembegalan tersebut merupakan rekayasa yang dibuat sendiri. Alasannya, karena masalah ekonomi.

"Yang bersangkutan sudah mengakui secara sadar dan tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun bahwa kejadian tersebut direkayasa karena adanya permasalahan ekonomi dalam keluarga,” katanya.

Nakes RSUD Waluyo Jati, Nugroho Priyo Wicaksono (dua dari kanan) saat bersama petugas di Polsek Kraksaan.ANTARA/HO-Polres Probolinggo

Dengan pengakuan tersebut, polisi menegaskan bahwa tidak pernah terjadi pembegalan sebagaimana informasi yang sempat beredar luas di masyarakat. Kabar tersebut sempat menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat.

"Banyak warga yang merasa cemas terhadap kondisi keamanan, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Untuk itu, saya mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, apalagi terkait kejadian yang saat ini meresahkan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, pelapor Nugroho meminta maaf kepada kepolisian dan masyarakat Probolinggo, serta mengakui perbuatanya telah melakukan kebohongan dengan mengaku sebagai korban begal. Kepada polisi, ia mengaku sengaja membuat cerita palsu setelah menjual sepeda motor milik ayahnya seharga Rp1,5 juta.

(Lukman Diah Sari)