KAI dan Kemenhub Tingkatkan Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perhubungan memperkuat kapasitas layanan KRL lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Foto: ANTARA/HO-KAI.

KAI dan Kemenhub Tingkatkan Kapasitas KRL Tanah Abang-Rangkasbitung

Fachri Audhia Hafiez • 7 June 2026 06:41

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kapasitas layanan KRL Commuter Line lintas Tanah Abang–Rangkasbitung. Langkah strategis ini dilakukan melalui peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) dan modernisasi sistem persinyalan.

"Peningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,” ujar Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, dilansir Antara, Sabtu, 6 Juni 2026.
 


Bobby menjelaskan, penguatan sistem kelistrikan mutlak dilakukan karena daya listrik lintas Rangkasbitung saat ini masih berada pada level 3.000 volt, tertinggal dari lintas Bogor dan Bekasi yang sudah didukung 4.000 volt. Keterbatasan daya ini membuat rangkaian kereta dengan stamformasi (SF) 12 belum bisa beroperasi, sehingga KAI akan menambah 11 gardu traksi baru sebagai fondasi operasional kereta yang lebih panjang.

"Selain penguatan daya listrik, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan," tutur Bobby.

Modernisasi ini ditargetkan mampu memangkas waktu tunggu antarkereta (headway) yang saat ini masih tertahan di kisaran 10 menit akibat penggunaan pola blok tertutup. Dengan sistem persinyalan yang baru, frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah sehingga headway bisa dipangkas mendekati lintas Bogor atau Bekasi yang sudah mencapai 3 hingga 4 menit.

“Peningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan,” tambah Bobby.


Ilustrasi KRL. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Berdasarkan data internal perusahaan, volume pengguna KRL Rangkasbitung Line terus melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat pada 2022 jumlah pelanggan sebesar 43.317.716 orang, naik menjadi 62.085.471 pada 2023, menyentuh 69.999.362 pada 2024, dan mencapai 77.552.716 pelanggan pada 2025. 

Sementara untuk periode Januari hingga Mei 2026, angka pergerakan penumpang sudah menembus 33.397.420 orang.

Lonjakan masif ini berimbas pada tingkat okupansi di jam sibuk (peak hour) yang kini menyentuh angka 161 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di jajaran Commuter Line Jabodetabek, melampaui lintas Bogor (130 persen) dan lintas Bekasi/Cikarang (140 persen).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan bahwa proyek pengembangan infrastruktur di wilayah barat Jabodetabek ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan untuk mendukung pertumbuhan kawasan permukiman dan ekonomi baru.

“Kolaborasi antara KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan Commuter Line Rangkasbitung," ucap Anne.

(Fachri Audhia Hafiez)