Cuaca Panas! BMKG Wanti-Wanti Ancaman ISPA dan Heatstroke

Ilustrasi cuaca. Foto: Freepik.

Cuaca Panas! BMKG Wanti-Wanti Ancaman ISPA dan Heatstroke

Lukman Diah Sari • 31 July 2026 07:47

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mewaspadai ancaman kesehatan masyarakat, seperti heatstroke dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), selama musim kemarau 2026. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa minimnya tutupan awan selama musim kemarau memicu peningkatan suhu udara secara terik di berbagai wilayah.

"Tidak kalah penting juga sektor kesehatan. Sejalan dengan musim kemarau, itu biasanya cuaca panas karena kondisi pada saat musim kemarau biasanya tutupan awan itu rendah," kata dia, melansir Antara, Jumat, 31 Juli 2026.

Ardhasena menjelaskan bahwa kondisi suhu ekstrem akibat tutupan awan yang amat tipis berpotensi memicu heatstroke atau sengatan panas, terutama bagi warga yang beraktivitas cukup lama di luar ruangan. Selain ancaman suhu tinggi, penurunan kualitas udara akibat debu dan potensi asap kebakaran selama kemarau turut meningkatkan paparan penyakit pernapasan.

"Kondisi penurunan kualitas udara ini sangat berasosiasi dengan timbulnya penyakit ISPA di tengah masyarakat," jelas dia.

Diketahui sebagaimana laporan harian kondisi cuaca, BMKG mendeteksi suhu panas maksimum harian yang mencapai 30-34 derajat Celsius di sejumlah daerah dalam 24 jam terakhir. Adapun wilayah tersebut meliputi sebagian besar Lampung, Kualanamu, Semarang, Banyuwangi, Sentani, dan Gorontalo.

Demi mengurangi dampak suhu panas tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk mengonsumsi air minum secara cukup dan teratur supaya terhindar dari dehidrasi, terutama saat melaksanakan kegiatan di luar ruangan.


Analisis anomali suhu muka laut. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan

Kemudian, menggunakan pelindung seperti topi atau payung untuk melindungi kepala dan tubuh bagian atas, kacamata hitam untuk melindungi mata, serta bila perlu menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).

Ardhasena menekankan sektor kesehatan menjadi salah satu bidang kritis yang harus melakukan langkah antisipasi cepat guna menekan angka kesakitan akibat paparan cuaca ekstrem. Langkah mitigasi yang disarankan BMKG mencakup imbauan penggunaan pelindung diri, pemenuhan hidrasi harian bagi pekerja lapangan, serta pencegahan paparan polusi udara terbuka.

"BMKG terus memperbarui analisis pemantauan dinamika atmosfer dan laut tahun 2026 guna mendukung pemetaan daerah rawan masalah kesehatan lingkungan," kata dia.

(Lukman Diah Sari)