Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II. (MTVN/Amal)
Hasil Identifikasi 5 Korban KM Mutiara Sentosa 2: Bukan Akibat Luka Bakar
Amaluddin • 3 August 2026 19:11
Surabaya: Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi lima korban meninggal dalam insiden kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Hasil pemeriksaan forensik memastikan seluruh korban tidak meninggal akibat luka bakar, melainkan diduga karena tenggelam setelah menghirup asap.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Wahono Edhi P., mengatakan identifikasi dilakukan terhadap lima kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya sejak Minggu, 2 Agustus hingga Senin, 3 Agustus 2026. Menurut Wahono, seluruh korban berhasil dikenali melalui metode identifikasi primer berupa sidik jari yang diperkuat data sekunder, seperti data gigi, rekam medis, ciri visual, dan barang-barang milik korban.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada korban yang meninggal karena luka bakar. Rata-rata korban mengalami sesak napas akibat menghirup asap, kemudian melompat ke laut dan akhirnya tenggelam atau mengalami kelemasan saat berada di laut," kata Wahono, di Surabaya, Senin, 3 Agustus 2026.
-
Sri Indratmo Wijaya, 47, warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah
-
Siti Fatimah, 57, warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan
-
Sari Sukoco, 39, warga Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
-
Rino Eka Putra, 48, warga Kabupaten Agam, Sumatra Barat
-
Yedi Hendrawan, 63, warga Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah
Sementara itu, sebagian korban lainnya diduga berhasil keluar dari kapal dalam keadaan selamat. Namun, mereka tidak mampu bertahan di laut karena kelelahan atau tidak dapat berenang. Kondisi itu diperparah oleh banyaknya air laut yang tertelan.
"Jadi rata-rata korban meninggal karena tenggelam atau kelemasan setelah berada di laut, bukan karena terbakar," ujarnya.
.jpg)
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur. ANTARA FOTO/Umarul Faruq)
Proses identifikasi melibatkan tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Direktorat Polairud Polda Jatim, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Rumah Sakit Bhayangkara Pamekasan, tim forensik Universitas Airlangga, PT Jasa Raharja, TNI, PMI, Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Menurut Wahono, operasi DVI masih akan terus berlangsung hingga proses pencarian korban resmi dinyatakan selesai oleh Basarnas bersama BPBD. Polda Jatim juga membuka layanan informasi bagi masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dalam insiden KM Mutiara Sentosa 2 melalui *hotline* Tim DVI di nomor 0851-9044-7911.
Ia mengimbau keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga yang menjadi penumpang kapal tersebut segera menghubungi petugas agar proses pencarian dan identifikasi dapat dilakukan lebih cepat. Setelah proses identifikasi rampung, kelima jenazah dijadwalkan diserahkan kepada masing-masing keluarga melalui Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya pada hari yang sama.