Mal AEON alami kerusakan akibat gempa yang melanda. Foto: Kyodo News
Korban Tewas Gempa Jepang Bertambah Menjadi 34 Orang
Fajar Nugraha • 30 July 2026 17:41
Kumamoto: Petugas darurat Jepang berjuang untuk menyelamatkan korban selamat yang tersisa dari pusat perbelanjaan yang hancur, sementara jumlah korban tewas akibat gempa besar dua hari sebelumnya mencapai 34 orang.
Kantor manajemen bencana Kumamoto mengeluarkan penghitungan baru, dengan tujuh jenazah kini telah diekstraksi dari tumpukan puing, baja, dan kabel pusat perbelanjaan Aeon setelah diduga terjadi ledakan gas menyusul gempa Selasa lalu.
Delapan orang juga dipastikan tewas di pabrik Nippon Paper Industries di kota Yatsushiro, tempat sebagian cerobong asap merah-putih runtuh, menurut kantor tersebut.
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan yang meluas, meratakan rumah-rumah, merusak jembatan, memicu kebakaran, dan membuat puluhan ribu penduduk tanpa listrik dan air di tengah suhu yang diperkirakan mencapai 38°C pada akhir pekan ini.
Sekitar 13.520 rumah tangga masih tanpa listrik pada hari Kamis.
Ratusan lansia -,Jepang memiliki populasi tertua kedua di dunia,- tidur di atas tikar tipis di lantai lobi yang keras di pusat komunitas di kota Uki saat mereka mencari perlindungan dari panas yang menyengat.
"Syukurlah ada tempat-tempat penampungan ini," kata seorang wanita, yang menolak menyebutkan namanya, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Di rumah atau di dalam mobil, "terlalu panas dan terlalu banyak nyamuk," katanya kepada AFP.
"Dalam cuaca sepanas ini, jika Anda tidak memiliki listrik dan pendingin udara, itu sangat sulit," kata Hiroyuki Matsushima, 53 tahun, seorang ayah empat anak yang bekerja di supermarket, kepada AFP.
Sangat kuat
Tanpa listrik dan air mengalir, pensiunan Kenji Ota, 72 tahun, tidur di dalam mobilnya di malam hari. "Gempa ini sangat kuat. Itu mengerikan... Saya hanya bisa tidur sekitar dua jam di malam hari," kata Ota.Kota Hikawa adalah salah satu daerah yang paling parah terkena dampak, di mana banyak bangunan tua runtuh akibat gempa dan di mana penduduk masih belum memiliki air atau listrik pada Kamis.
"Masalah terbesar adalah tidak ada toilet. Saya harus pergi ke sekolah terdekat," kata Kinuko Uemura, 85 tahun, yang mengatakan kepada AFP bahwa dia dan suaminya beruntung selamat dari runtuhnya rumah tradisional mereka.
Soshiro Okawa, 59 tahun, berada di belakang toko suvenir pinggir jalannya ketika gempa bumi terjadi.
"Ini pertama kalinya saya mengalami gempa bumi yang benar-benar membuat tanah terangkat," kata Okawa.
Pria berusia 59 tahun itu mendengar barang-barang pecah di dalam tokonya sementara tanah di tempat parkir membengkak, menghancurkan permukaan aspal dan serangkaian retakan membentang hingga ke fondasi tokonya.
Toko tersebut akan menangguhkan operasinya, tetapi Okawa mengatakan bahwa "kita perlu memastikan mata pencaharian para petani kita dan keamanan pekerjaan bagi staf saya".
Hampir selamat
Pusat perbelanjaan Aeon dievakuasi setelah gempa bumi, tetapi sekitar 50 menit kemudian fasilitas tersebut hancur akibat ledakan besar dengan sejumlah karyawan yang tidak diketahui masih berada di dalamnya.Pengusaha Fumihiko Matsuura, 56, mengatakan dia baru saja menonton film "Toy Story" terbaru di mal tersebut sekitar seminggu yang lalu.
"Saya ada di sini. Saya baru saja di sini. Rasanya seperti saya nyaris lolos dari bahaya,” kata Matsuura.
Rekaman dari dalam gedung menunjukkan para petugas penyelamat dengan pakaian pelindung berwarna oranye dan helm putih berjalan menembus tumpukan baja yang bengkok, kabel yang menjuntai, dan potongan-potongan langit-langit.
Sebanyak 25 kucing dari sebuah "kafe kucing" berhasil diselamatkan, yang memicu kelegaan luas di media sosial.
Rekaman TV menunjukkan orang-orang mengantre untuk mendapatkan bensin dan air minum. Pihak berwenang telah mengirimkan ratusan unit pendingin udara ke tempat-tempat penampungan.
Survei Geologi AS (USGS) mengukur gempa tersebut sebesar 6,8, lebih rendah dari pengukuran Jepang sebesar 7,1 Magnitudo.