DKI Jakarta. Ilustrasi Metrotvnews.
Modifikasi Cuaca Jabodetabek Bergantung Keadaan Atmosfer
Muhammad Iqbal Sidiq • 14 May 2026 19:04
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak ada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jabodetabek, hari ini, 14 Mei 2026. Operasi dinilai tidak efektif jika kondisi atmosfer sangat kering.
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menegaskan modifikasi cuaca bukanlah solusi instan, terutama untuk mengatasi kemarau panjang. Pelaksanaan OMC bergantung pada ketersediaan awan Cumulus.
"Jika kondisi atmosfer sangat kering, OMC tidak efektif untuk dilakukan. OMC justru efektif dilakukan pada saat musim transisi," kata Tri Handoko Seto, pada Metrotvnews, Kamis, 14 Mei 2026.
Tri menjelaskan modifikasi pada masa transisi berfungsi untuk mengisi debit air waduk dan danau demi menjaga stok air bersih. Selain itu, OMC juga berfungsi untuk menjaga kelembapan tanah.
Lebih lanjut, OMC yang dilakukan di tengah musim kemarau memiliki target yang berbeda. Operasi tersebut tidak lagi berfokus pada penambahan volume curah hujan.
"Modifikasi cuaca saat musim kemarau biasanya lebih dikhususkan untuk membantu 'mencuci' polutan di udara," kata Tri.
.jpg)
DKI Jakarta. Ilustrasi Metrotvnews.
Menghadapi potensi kemarau, BMKG meminta masyarakat Ibu Kota untuk mulai melakukan langkah mitigasi mandiri. Yakni, dengan memantau perkembangan informasi cuaca.
"Dan bijak dalam penggunaan air," pungkas Tri Handoko.