Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Naik Lagi, Brent Sentuh USD106/Barel
Eko Nordiansyah • 15 May 2026 08:38
Houston: Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada Jumat, 15 Mei 2026, dan menuju kenaikan mingguan yang tajam. Selat Hormuz tetap tertutup dan investor menunggu hari kedua pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing.
Dikutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka naik 0,8 persen menjadi USD106,52 per barel, sementara harga minyak mentah WTI berjangka naik 0,7 persen menjadi USD101,84 per barel. Kedua kontrak tersebut diperkirakan akan melonjak sekitar lima sampai tujuh persen untuk minggu ini.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Pasar tetap fokus pada Selat Hormuz
Meskipun media pemerintah Iran mengatakan sekitar 30 kapal telah melintasi jalur air tersebut minggu ini, lalu lintas pengiriman tetap jauh di bawah tingkat normal, dan operator tanker masih enggan untuk melanjutkan transit reguler di tengah risiko keamanan.Penyitaan kapal di dekat Teluk Oman dan patroli militer yang terus berlanjut di wilayah tersebut juga memperkuat kekhawatiran ekspor energi dari Timur Tengah dapat tetap terbatas untuk jangka waktu yang lama.
Investor juga mengamati dengan saksama pertemuan puncak Trump-Xi di Beijing, di mana diskusi berpusat pada konflik Iran, keamanan energi, dan hubungan perdagangan.
Menurut pernyataan Gedung Putih, kedua pemimpin sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk aliran energi global. Sementara Xi menyatakan minat untuk meningkatkan pembelian minyak mentah AS untuk mendiversifikasi pasokan agar tidak terlalu bergantung pada jalur perdagangan di Teluk.
Para analis mengatakan harapan Tiongkok dapat menekan Iran menuju penyelesaian yang lebih luas telah membantu membatasi beberapa lonjakan harga terbaru.
Namun, Trump menunjukkan nada agresif terhadap Iran dalam sebuah unggahan Truth Social pada Jumat pagi, dengan mengatakan “pemusnahan militer Iran (akan dilanjutkan!).”
Untuk semakin mendukung harga minyak mentah, data Badan Informasi Energi AS menunjukkan pada Rabu, persediaan minyak mentah domestik turun sebesar 4,3 juta barel minggu lalu, lebih dari yang diperkirakan analis, menunjukkan permintaan ekspor yang tangguh dan kondisi pasokan yang lebih ketat.
Badan Energi Internasional memperingatkan minggu ini pasar minyak global dapat tetap "sangat kekurangan pasokan" hingga Oktober bahkan jika konflik mereda bulan depan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com