Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: dok YouTube Kementerian ESDM.
Bahlil Kaji Pengaruh Kurs Rupiah terhadap Harga BBM
Ade Hapsari Lestarini • 13 May 2026 16:11
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia masih membahas pengaruh melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar kepada harga bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi energi.
"Kebetulan Pak Menteri (ESDM) bersama jajaran menteri lain sedang merapatkan hal tersebut, jadi kita tunggu," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Untuk saat ini, kata Laode, pemerintah masih melihat perkembangan berikutnya ihwal pengaruh nilai tukar terhadap harga bahan bakar.
"Belum ada info-info lain selain yang ada sekarang. Kami lihat perkembangan berikutnya saja nanti," kata dia.
Harga BBM tidak hanya dipengaruhi oleh harga minyak dunia. Ada faktor lainnya yang turut berkontribusi, seperti kurs rupiah terhadap dolar.
Saat ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Rabu menyentuh Rp17.515 per USD, bergerak menguat 14 poin atau 0,08 persen apabila dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.529 per USD.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Baca Juga :
Menkeu siap stabilkan pasar obligasi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menstabilkan pasar obligasi dengan menjaga tingkat imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) guna membantu meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang kini menyentuh Rp17.500 per USD.
Purbaya mengatakan, stabilisasi dilakukan melalui bond stabilization fund (BSF) dengan menggunakan anggaran yang tersedia serta dimungkinkan melalui mekanisme buyback. Di tengah laju turunnya rupiah, ia meyakini Bank Indonesia (BI) mampu menjaga stabilitas nilai tukar sesuai mandat dan kapasitas yang dimilikinya.
Adapun intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menahan kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN). Purbaya mengingatkan, kenaikan yield yang berlebihan dapat memicu capital loss bagi investor asing dan mendorong arus modal keluar.