Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. Foto: Metro TV/Muhammad Alvi Randa.
Bedah 15 Ribu Rumah Perbatasan, Pemerintah Pastikan Roda Ekonomi Lokal Berputar
Muhammad Alvi Randa • 24 April 2026 17:11
Jakarta: Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di 40 kabupaten/kota perbatasan dipastikan membawa dampak ganda. Selain menghadirkan hunian layak, proyek strategis ini diproyeksikan memutar roda perekonomian dan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menyebut penyerapan anggaran bedah rumah akan menciptakan efek domino secara masif. Dari total target pembedahan 400 ribu unit rumah berskala nasional, 15 ribu unit secara khusus difokuskan untuk wilayah terluar Indonesia.
"Penyerapan anggaran ini akan membuat ekonomi di daerah bergerak. Toko material akan hidup karena pesanan semen, pasir, dan paku. Sopir truk pengangkut hingga ibu-ibu pemilik warung makan juga akan merasakan dampaknya," ujar Maruarar di Jakarta, Kamis, 23 April 2026.
"Ada efek ekonomi yang berputar di sana dan menambah lapangan kerja. Karena nanti ada tukang dan sektor pengangkutan, itu semua membuka peluang kerja baru bagi warga lokal" ujar Tito.

Menteri PKP Maruarar Sirait dan Mendagri Tito Karnavian. Foto: Metro TV/Muhammad Alvi Randa.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah memberikan stimulan rata-rata Rp20 juta per unit rumah untuk renovasi fisik dasar dan sanitasi. Khusus untuk wilayah dengan rintangan logistik tinggi, seperti Papua dan Maluku Utara, nilai bantuan diperbesar guna menyesuaikan harga material bangunan setempat yang lebih mahal.
Pemerintah mengunci ketat daftar penerima bantuan menggunakan data tunggal dari Badan Pusat Statistik (BPS), guna memastikan total anggaran senilai Rp8 triliun ini tidak salah sasaran. Seluruh pengerjaan fisik ditargetkan rampung selambat-lambatnya pada September 2026.