Daftar 4 Wanita Terkaya di Indonesia Tahun 2026 Versi Forbes

Presiden Komisaris DCI Indonesia Marina Budiman. (Dok. DCI)

Daftar 4 Wanita Terkaya di Indonesia Tahun 2026 Versi Forbes

Riza Aslam Khaeron • 23 April 2026 15:21

Jakarta: Forbes merilis daftar miliarder terbaru tahun 2026 berdasarkan harga saham dan nilai tukar mata uang per 1 Maret 2026. Meskipun peringkat miliarder dunia masih didominasi oleh kaum pria, persentase perempuan di jajaran orang terkaya dunia terus menunjukkan tren peningkatan.

Tahun ini, tercatat 481 dari 3.428 miliarder di dunia ini merupakan kaum perempuan, atau setara 14 persen. Angka tersebut naik dibandingkan tahun lalu yang mencatat 406 miliarder perempuan (13,4 persen).

Di tengah dominasi pria dalam daftar miliarder Indonesia, muncul empat sosok perempuan inspiratif yang berhasil menembus jajaran orang terkaya dunia versi Forbes 2026. Keempatnya mewakili wajah yang berbeda dari lanskap bisnis tanah air, mulai dari sektor teknologi dan pertambangan hingga perkebunan sawit dan konglomerasi properti.

Berikut 4 wanita terkaya berdasarkan data Forbes real-time terbaru per April 2026 dimana kekayaan mereka telah dikonversikan memakai kurs JISDOR Bank Indonesia 22 April 2026 sebesar Rp17.179 per USD.
 

1. Marina Budiman — USD 6,1 miliar (sekitar Rp104,79 triliun) per 23 April 2026

Marina Budiman (Peringkat Dunia: #612) saat ini menyandang gelar wanita terkaya di Indonesia dengan sumber kekayaan utama yang berasal dari sektor pusat data. Keberhasilannya bertumpu pada DCI Indonesia, operator pusat data ternama yang ia bangun bersama Otto Toto Sugiri dan Han Arming Hanafia pada 2011 silam.

Saat ini, ia menjabat sebagai Co-founder sekaligus President Commissioner DCI dengan kepemilikan sekitar 22,51% saham perusahaan per 31 Maret 2025 berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia (IDX).

Latar belakang karier Marina sepenuhnya ditempa di dunia teknologi dan keuangan. Lulusan University of Toronto ini mengawali perjalanannya di Sigma Citra Caraka pada 1989, dipercaya menjadi CFO pada 2000, dan turut membidani lahirnya Indonet bersama Toto Sugiri pada 1994.

Marina menjadi bukti nyata bagi perempuan self-made di Indonesia bahwa kesuksesan besar bisa diraih melalui ketekunan di jalur profesional teknologi, bukan sekadar melalui jalur warisan keluarga.
 

2. Dewi Kam — USD 3,2 miliar (sekitar Rp54,97 triliun) per 22 April 2026

Dewi Kam (Peringkat Dunia: #1.332) dikenal sebagai figur yang relatif tertutup meski memiliki pengaruh besar di sektor batu bara dan energi. Menurut laporan Forbes, sebagian besar kekayaannya bersumber dari kepemilikan saham minoritas (minority stake) di Bayan Resources, salah satu raksasa produsen batu bara di Indonesia.

Selain itu, ia juga memiliki rekam jejak panjang dalam pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap sejak 2006, termasuk keterlibatannya di PLTU Jeneponto melalui PT Sumbergas Sakti Prima.
 

3. Wirastuty Fangiono — USD 1,6 miliar (sekitar Rp27,49 triliun) per 22 April 2026


Wirastuty Fangiono. (Istimewa)

Wirastuty Fangiono (Peringkat Dunia: #2.479) adalah sosok di balik kendali FAP Agri, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang sukses melantai di bursa saham pada 2021.

Perusahaan ini telah berdiri sejak 1994 dengan nama PT Fangiono Agro Plantation, dan berdasarkan laporan tahunan FAP Agri tahun 2023, Wirastuty tercatat secara eksplisit sebagai pemegang saham pengendali (PSP).

Sebagai bagian dari keluarga Fangiono dan putri dari Raja Sawit Martias Fangiono yang juga mengendalikan First Resources di Singapura, Wirastuty dikategorikan sebagai pewaris sekaligus pengelola dinasti bisnis sawit keluarga.
 
Baca Juga:
10 Wanita Terkaya di Asia Tahun 2026 Versi Forbes 
 

4. Hartati Murdaya — USD 1,2 miliar (sekitar Rp20,61 triliun) per 21 April 2026

Hartati Murdaya (Peringkat Dunia: #2.858) menjabat sebagai President Director di Central Cipta Murdaya, sebuah konglomerasi raksasa dengan portofolio bisnis yang mencakup properti, perhotelan, hingga industri pameran. Portofolionya mencakup aset-aset besar seperti PT Jakarta International Expo dan PT Puri Indah Hotel.

Hartati membangun imperium Central Cipta Murdaya dari nol bersama mendiang suaminya, Murdaya Poo, yang wafat pada April 2025. Kekayaan tersebut diraih melalui kemitraan bisnis jangka panjang selama puluhan tahun, bukan hasil warisan dari generasi sebelumnya.

Kini ia menjadi satu-satunya nakhoda konglomerasi yang ia dan suaminya bangun bersama selama puluhan tahun.

Keempat perempuan ini membuktikan bahwa peta kekayaan perempuan di Indonesia memiliki spektrum yang luas. Dari penguasaan teknologi mutakhir seperti pusat data, investasi strategis di sektor energi, hingga pembangunan konglomerasi melalui kerja keras pasangan — masing-masing merepresentasikan jalur unik menuju puncak kesuksesan.

Terlebih lagi, kehadiran dua sosok self-made dalam daftar ini memberikan pesan optimis bahwa perempuan Indonesia memiliki peluang yang setara untuk bersinar di panggung miliarder global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)