Surya Paloh: Modal Terakhir Kita adalah Menjaga Optimisme Ekonomi

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.

Surya Paloh: Modal Terakhir Kita adalah Menjaga Optimisme Ekonomi

Fachri Audhia Hafiez • 20 May 2026 13:03

Jakarta: Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengingatkan seluruh elemen bangsa tidak boleh kehilangan rasa optimisme di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan dinamika pasar saham. Harapan dan keyakinan merupakan modal krusial yang tersisa bagi bangsa.

Hal itu disampaikan Surya Paloh saat menghadiri Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

"Selain optimisme, apa lagi kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri. Hanya tinggal optimisme itu. Kalaupun itu selesai, kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme itu ya," tutur Surya Paloh dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV.


Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Foto: tangkapan layar YouTube Metro TV.
 

 

Mitigasi matang dalam mengawal target ekonomi


Surya Paloh juga menilai pentingnya pemerintah memiliki rencana mitigasi (risk management) yang matang dalam mengawal target-target ekonomi nasional.

"Satu syarat yang tidak bisa terlepaskan daripada komitmen kita bersama, yaitu pemerintah sendiri untuk bisa menjaga, mempunyai risk (mitigasi risiko) bagaimana kalau hal ini tidak teraplikasikan berjalan sesuai dengan rencana. Ini yang saya perlu tekankan di sini," ujar Surya Paloh.

Lebih lanjut, ia juga memberikan respons mengenai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masuk ke zona 6.200. Penurunan tersebut diharapkan hanya bersifat temporer, namun perlu evaluasi jika koreksi pasar terus berlanjut.

"Ya, mungkin kita harapkan itu hanya indikasi sementara aja. Tapi kalau itu semakin turun terus-menerus, nah itu yang seperti saya katakan, ini perlu dievaluasi kembali," ucap Surya Paloh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)