Ilustrasi penanganan pohon. Foto: Antara.
Sudin Tamhut Jakpus Tangani 5.674 Pohon hingga Pekan Kedua Juli
Anggi Tondi Martaon • 7 July 2026 19:32
Jakarta: Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat melakukan penanganan terhadap 5.674 pohon hingga pekan kedua Juli 2026. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko pohon tumbang sekaligus menjaga kesehatan vegetasi di ruang terbuka hijau.
Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Pusat Mila Ananda mengatakan penanganan tersebut meliputi pemangkasan ringan, sedang, berat, hingga penebangan pohon yang membahayakan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.
"Progres penanganan baik permohonan pangkas, tebang dan pohon tumbang sampai minggu kedua bulan Juli 2026 terdapat sebanyak 5.674 pohon," kata Mila dikutip dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Selanjutnya, pemangkasan berat mencapai 1.175 pohon, pemangkasan ringan 894 pohon, dan penebangan 225 pohon.
Jika dirinci per bulan, penanganan pohon mencapai 1.034 pohon pada Januari, 1.180 pohon pada Februari, 646 pohon pada Maret, 830 pohon pada April, 972 pohon pada Mei, 839 pohon pada Juni, serta 173 pohon hingga pekan kedua Juli.
Mila menjelaskan permohonan penanganan pohon berasal dari berbagai jalur. Mulai dari surat yang diajukan masyarakat, instansi pemerintah, pihak swasta, laporan melalui kanal Cepat Respons Masyarakat (CRM), permohonan izin penebangan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga hasil pengawasan tim terhadap pohon yang berpotensi tumbang.
Dia menyebut jumlah penanganan pohon pada tahun ini tidak akan berbeda jauh dengan capaian tahun lalu. Yakni, mencapai sekitar 13.000 pohon.

Ilustrasi penanganan pohon. Foto: Istimewa.
Dia mengatakan mayoritas penanganan pada 2025 berupa pemangkasan sedang. Sedangkan pada tahun ini, permintaan pemangkasan berat dan penebangan diprediksi meningkat.
Mila menambahkan peningkatan permohonan penanganan pohon, khususnya kategori pemangkasan berat dan penebangan, dipengaruhi pembangunan infrastruktur pengendalian banjir seperti saluran, rumah pompa, dan jalur pedestrian yang menjadi prioritas pemerintah.
Selain itu, pemangkasan berdasarkan hasil deteksi terhadap pohon-pohon tua yang mengalami keropos dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
"Target penanganan pohon jika melihat capaian tahun 2025 sekitar 13 ribu pohon yang rata-rata kategori penanganan pangkas sedang, diharapkan tahun ini tidak berbeda jauh dari target tahun lalu," ujar Mia.