Hashim Minta Kemensos Perketat Pengawasan Program Pemerintah

Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutan dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan DPP, DPD, dan DPC Srikandi Jaga Desa di Jakarta, Jumat (3/7/2026). Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya

Hashim Minta Kemensos Perketat Pengawasan Program Pemerintah

Gabriella Thesa Widiari • 3 July 2026 23:20

Jakarta: Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo meminta Kementerian Sosial (Kemensos) memperketat pengawasan terhadap program-program prioritas pemerintah. Atensi terhadap potensi penyimpangan juga perlu ditingkatkan.

"Kita harus hati-hati, pak wamen (Wakil Menteri Sosial Agus Jabo), penyimpangan-penyimpangan. Saya sudah dengar, sudah banyak dapat laporan, sudah ada indikasi penyimpangan, Pak Wamen, maka saya titip, ya, Pak Wamen. Pengawasan harus sangat ketat," kata Hashim, dilansir dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026.
 


Hashim mengaku mendapat laporan mengenai indikasi penyimpangan pada pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Namun dia tak mau membeberkan lebih jauh.

Menurut Hashim, kedua program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki tujuan mulia. MBG untuk memastikan anak-anak mendapat gizi yang baik, sementara Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk menciptakan kemandirian warga desa.

Maka dari itu, Hashim menegaskan pelaksanaan program-program tersebut harus disertai dengan pengawasan ketat. Sebab, sering kali program yang bagus, dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab. 

"Jangan sampai tujuan mulia, jangan sampai program yang bagus sekali itu dirusak dengan setan-setan dan hamba iblis di seluruh Indonesia," kata Hashim.


Ilustrasi. Foto: dok. Medcom.

Selain MBG dan koperasi desa, Hashim juga meminta Kemensos mengawasi pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan bahwa program tersebut bertujuan memperbaiki nasib anak-anak dari keluarga tidak mampu.

"Saya dengar, Pak Wamen, ada juga yang mulai menggoyang dan mulai menggoda pengurus-pengurus dari Sekolah Rakyat ini," kata Hashim.

(Gabriella Thesa Widiari)