Polda Banten Evakuasi 64 Jiwa Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Istimewa

Polda Banten Evakuasi 64 Jiwa Terdampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Whisnu Mardiansyah • 2 July 2026 17:13

Tangerang: Polda Banten bersma instansi terkait terus melakukan penanganan kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Water bombing milik Kementerian Lingkungan Hidup yang didatangkan dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan dengan kapasitas 4.000 liter air juga dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.

"Selain upaya pemadaman, kami juga telah mengevakuasi 33 Kepala Keluarga yang terdiri dari 64 jiwa terdampak ke hunian sementara yang layak agar mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2026.

Kombes Pol Maruli menambahkan Polda Banten telah menyiapkan personel Ditsamapta dan Satbrimob untuk membantu proses pemadaman kebakaran. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan alat pelindung diri berupa masker bagi seluruh personel yang bertugas.

Kabid Humas Polda Banten mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran demi menghindari risiko akibat panas, asap pekat, maupun aktivitas pemadaman yang sedang berlangsung.

 



"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati titik kebakaran demi menghindari risiko akibat panas, asap pekat, maupun aktivitas," tutupnya.

Tim medis kesehatan disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi dampak buruk kepulan asap akibat kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten. Pengerahan tim medis ini perlu dilakukan mengingat asap pekat yang dihasilkan dari material sampah mulai mengganggu permukiman warga.



Armada helikopter water bombing jenis MI-8AMT dengan registrasi RA-22834 milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mulai memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin melalui pelepasan bom air ke beberapa titik api. ANTARA/Azmi Samsul


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan pengerahan tim medis ini perlu dilakukan mengingat asap pekat yang dihasilkan dari material sampah mulai mengganggu permukiman warga.

"BPBD juga telah melaksanakan kaji cepat, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, menyalurkan bantuan berupa 46 kasur kepada warga terdampak, serta menyiagakan tim kesehatan selama 24 jam," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.

(Whisnu M)