Dinkes Tangerang Sebar Petugas Kesehatan Tangani Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Istimewa

Dinkes Tangerang Sebar Petugas Kesehatan Tangani Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin

Hendrik Simorangkir • 3 July 2026 14:34

Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang menambah beberapa fasilitas kesehatan, untuk mengantisipasi dampak kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, di Kecamatan Mauk. Petugas disebar untuk membagikan masker ke warga sekitar TPA. 

"Ada tambahan delapan  puskesmas. Puskesmas Sukatani, Sepatan, Kronjo, Kotabumi, Sindang Jaya, Cikupa, Pakuhaji, dan Puskesmas Kedaung Barat. Ada lima tim yang disebar. Hingga kemarin kami telah membagikan 10 ribu masker ke warga," kata Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, Jumat, 3 Juli 2026.


 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi. (metrotvnews.com/Hendrik S) 

Sementara itu, kepulan asap dari kebakaran TPA Jatiwaringin mengganggu kesehatan warga sekitar. Salah satu warga perumahan Griya Artha, Miki mengatakan, ia bersama anaknya mulai mengalami gangguan pernapasan.

"Batuk ringan, muntah karena asap itu," ucap Miki. 

Miki menambahkan, jarak rumahnya dari TPA Jatiwaringin sekitar 2,5 kilometer. Kepulan asap pekat yang terbawa angin membuat komplek perumahan tersebut tertutup asap.

"Napas itu terasa sesak. Tenggorokan berasa sakit, itu saya yang sudah dewasa, gimana anak-anak coba," kata Miki. 

Pantauan di lokasi, api masih menyala di sejumlah titik serta kepulan asap pekat terus membumbung ke udara dan kerap bergerak mengikuti embusan angin. Upaya pemadaman terus dilakukan secara terpadu melalui jalur udara dan darat. 

Dua unit helikopter water bombing milik BNPB diterjunkan untuk menyiram titik-titik api yang sulit dijangkau dari darat. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan penyemprotan di sejumlah titik.

Selain itu, alat berat jenis excavator juga dipergunakan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi. Langkah tersebut bertujuan membuka akses menuju titik api yang berada di bagian dalam gunungan sampah sekaligus mencegah api kembali menyala.

(Lukman Diah Sari)