RI Selangkah Lagi Gabung CPTPP, Airlangga Bidik Keanggotaan Penuh 2027

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Metrotvnews.com/Kautsar.

RI Selangkah Lagi Gabung CPTPP, Airlangga Bidik Keanggotaan Penuh 2027

Husen Miftahudin • 3 July 2026 16:33

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia semakin dekat untuk menjadi anggota Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik atau Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership.

Hal itu menyusul keputusan resmi yang menempatkan Indonesia pada tahap preparation discussion atau diskusi persiapan dalam proses aksesi.

Perkembangan tersebut diumumkan dalam Pertemuan Komisi CPTPP ke-10 yang digelar secara virtual pada 26 Juni 2026. Dalam forum itu, negara anggota menyepakati dimulainya diskusi persiapan bersama Indonesia, Filipina, dan Uni Emirat Arab.

Airlangga menjelaskan sebagian besar ketentuan CPTPP sejatinya telah sejalan dengan komitmen Indonesia di berbagai forum perdagangan internasional.

"CPTPP ini merupakan perjanjian perdagangan antar-ekonomi. Ketentuan-ketentuan dalam CPTPP secara umum sudah kita sepakati di berbagai perjanjian internasional seperti dalam kerangka WTO, RCEP, ASEAN, serta proses aksesi OECD. Maka itu, kita hanya memerlukan beberapa penyesuaian peraturan perundang-undangan untuk memenuhi komitmen di CPTPP," ujar Airlangga di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026.

Tahap persiapan tersebut menjadi langkah awal sebelum pembentukan Accession Working Group (AWG), yang menjadi bagian penting menuju keanggotaan penuh. Pemerintah menargetkan Indonesia dapat resmi bergabung sebagai anggota penuh CPTPP pada 2027.

Hingga saat ini, Indonesia telah menyelaraskan regulasi domestik pada 22 bab ketentuan CPTPP. Selain itu, pemerintah juga telah menyerahkan questionnaire negara aspirasi kepada New Zealand selaku negara penyimpan dokumen (depository country) pada 12 Mei 2025. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses administratif yang diperlukan dalam tahapan aksesi.
 

Baca juga: Indonesia dan Belarus Perkuat Kerja Sama Pertanian Modern hingga Manufaktur
 

CPTPP jadi blok dagang strategis global


CPTPP merupakan salah satu perjanjian perdagangan bebas berstandar tinggi dan menjadi salah satu blok perdagangan terbesar di dunia.

Saat ini, keanggotaannya mencakup 12 negara, termasuk Jepang, Kanada, Australia, Inggris, Singapura, dan Meksiko. Secara kolektif, blok ini mewakili sekitar 15 persen Produk Domestik Bruto (PDB) global dengan pasar hampir 600 juta penduduk.

Dalam proses aksesi, Indonesia juga memperoleh dukungan dari sejumlah anggota CPTPP, termasuk Inggris. Dukungan itu tercermin melalui penandatanganan Indonesia-United Kingdom Economic Growth Partnership (EGP) pada 19 Januari 2026.

"Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan," papar Airlangga.


(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

Genjot akses ekspor dan investasi


Airlangga menilai keanggotaan CPTPP akan memperluas akses pasar ekspor Indonesia, meningkatkan arus perdagangan dan investasi, serta memperkuat posisi nasional dalam rantai pasok regional dan global.

Selain itu, pelaku usaha diperkirakan memperoleh manfaat dari penyederhanaan prosedur kepabeanan, aturan perdagangan digital yang lebih modern, perlindungan investasi, hak kekayaan intelektual, hingga penerapan rules of origin.

"Bagi masyarakat, keanggotaan tersebut juga diharapkan menghadirkan pilihan produk yang semakin beragam dengan harga yang lebih kompetitif," papar Airlangga.

Airlangga menegaskan pemerintah tetap mengedepankan jalur multilateral melalui CPTPP karena dinilai mampu memberikan akses pasar lebih luas serta mendukung sistem perdagangan global yang terbuka dan berbasis aturan.

Meski begitu, pemerintah tetap membuka peluang untuk menjalin Bilateral Free Trade Agreement (FTA), termasuk dengan Inggris, apabila proses negosiasi multilateral membutuhkan waktu lebih panjang.

"Indonesia bukan negara pertama di ASEAN. Vietnam, Brunei, Malaysia, dan Singapura sudah menjadi anggota ekonomi CPTPP. Kita berharap sebagai ekonomi terbesar di ASEAN dan satu-satunya negara G20 di kawasan, keanggotaan CPTPP akan semakin memperkuat posisi Indonesia di Indo-Pasifik," tutup Airlangga.

(Husen Miftahudin)