Ilustasi musim kemarau. Foto: MI/Amirudin.
BPBD Petakan 27 Kecamatan di Kabupaten Bandung Rawan Kekeringan
Lukman Diah Sari • 8 July 2026 15:30
Bandung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memetakan 27 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan. Pemetaan ini menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi dan penanganan dampak musim kemarau 2026 di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bandung, Diki Sudrajat, mengatakan potensi kekeringan dapat terjadi di seluruh wilayah Kabupaten Bandung, meski tingkat kerawanannya berbeda di setiap kecamatan.
"Untuk antisipasi kekeringan sementara, sejumlah kecamatan sudah masuk pemetaan ke kami tergolong wilayah rawan. Tapi potensinya sebenarnya ada di seluruh kecamatan," kata Diki di Bandung, Rabu, 8 Juli 2026.
Ia merinci, wilayah yang berpotensi mengalami penurunan debit mata air, sungai, dan sumber air meliputi Kecamatan Rancabali, Pasirjambu, Ciwidey, Pangalengan, Kertasari, Majalaya, Cicalengka, dan Nagreg.
Sementara itu, potensi kekurangan air bersih dipetakan terjadi di Kecamatan Soreang, Ibun, Rancaekek, Cileunyi, Cimaung, Dayeuhkolot, Margaasih, Katapang, Margahayu, dan Pameungpeuk. Adapun gangguan irigasi serta kekeringan lahan pertanian diperkirakan melanda Kutawaringin, Cangkuang, Pacet, Paseh, Cikancung, Baleendah, Bojongsoang, Cimenyan, dan Ciparay.
Lebih lanjut, Diki menyampaikan bahwa puncak musim kemarau di Kabupaten Bandung diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 berdasarkan proyeksi BMKG. Kondisi kekeringan diprediksi masih berlanjut hingga September.
"Berdasarkan perhitungan BMKG, kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Agustus. Bulan Agustus menjadi puncaknya, dan sampai September kekeringan masih berpotensi terjadi," ujarnya.
.jpg)
Ilustrasi - Kekeringan. ANTARA/Raisan Al Farisi/dok
Dalam menghadapi kondisi tersebut, BPBD telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah kecamatan, dan dinas terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi. Langkah ini mencakup antisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian, kesehatan, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sesuai arahan pimpinan, salah satu langkah antisipasi adalah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki ke tiap kecamatan," tegasnya.
Selain itu, BPBD juga terus mengoptimalkan embung, sumur bor, dan penampungan air hujan, serta memperkuat sistem peringatan dini. Pihaknya kini tengah memproses penetapan status siaga kekeringan di Kabupaten Bandung guna mempercepat birokrasi penanganan darurat selama musim kemarau.