AS Klaim Hantam Lebih dari 80 Target Iran dalam Serangan Balasan Terbaru

AS melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target militer Iran setelah insiden serangan terhadap kapal di Selat Hormuz. (Anadolu Agency)

AS Klaim Hantam Lebih dari 80 Target Iran dalam Serangan Balasan Terbaru

Muhammad Reyhansyah • 8 July 2026 10:27

Washington: Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan terhadap lebih dari 80 target militer Iran sebagai respons atas serangan terbaru Teheran terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.

Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) dalam pernyataannya pada Selasa malam, 7 Juli 2026 mengatakan operasi tersebut menyasar sistem pertahanan udara, jaringan komando dan kendali, radar pesisir, kemampuan rudal antikapal, serta lebih dari 60 kapal cepat milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di sekitar Selat Hormuz.

CENTCOM menyebut operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang jalur perdagangan internasional yang melintasi salah satu rute pelayaran paling strategis di dunia.

"Pasukan CENTCOM tetap bersiaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran apabila kesepakatan gencatan senjata tidak dipatuhi," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Anadolu, Rabu, 8 Juli 2026.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan terdengar di sejumlah wilayah di Iran selatan pada Rabu dini hari, namun belum memberikan rincian mengenai dampak serangan tersebut.

Ketegangan meningkat setelah Qatar memanggil Wakil Duta Besar Iran di Doha untuk memprotes dugaan serangan terhadap kapal milik Qatar, Al Rekayyat, di dekat Selat Hormuz.

Iran membantah tuduhan tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei menegaskan Teheran tetap berkomitmen menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz, namun memperingatkan kapal yang tidak mengikuti rute yang dikoordinasikan dengan otoritas Iran dapat menghadapi risiko.

Sementara itu, televisi pemerintah Iran IRIB mengklaim kapal tanker Qatar yang berlayar melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang dari pasukan Iran.

Baca juga:  Militer AS Kembali Serang Iran setelah Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz

(Willy Haryono)