Politikus Jerman Kecam Menteri Israel yang Anjurkan Bunuh Warga Gaza Setiap Malam

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir. Foto: Anadolu

Politikus Jerman Kecam Menteri Israel yang Anjurkan Bunuh Warga Gaza Setiap Malam

Fajar Nugraha • 18 August 2026 08:16

Berlin: Seorang anggota parlemen senior dari blok konservatif yang berkuasa di Jerman mendesak Uni Eropa untuk menjatuhkan sanksi terhadap Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan ekstremis, Itamar Ben-Gvir, atas pernyataannya yang menganjurkan pembunuhan puluhan warga Palestina di Gaza setiap malam.

"Pernyataan Ben-Gvir yang merendahkan martabat manusia hanya bisa dikecam oleh semua pihak," ujar Jurgen Hardt, juru bicara kebijakan luar negeri untuk kelompok parlemen Christian Democratic Union/Christian Social Union (CDU/CSU), kepada Politico, seperti dikutip Anadolu, Selasa 18 Agustus 2026.

"Uni Eropa harus menjatuhkan sanksi kepadanya sebagai tanda pengakuan atas keberlakuan universal martabat manusia dan hak asasi manusia," kata Hardt.

Ia juga berpendapat bahwa pemerintahan Israel tanpa kehadiran Ben-Gvir akan membantu mempererat hubungan antara Israel dan Eropa.

Pernyataan Hardt muncul setelah Ben-Gvir mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa Israel seharusnya melakukan "eliminasi terarah" di Gaza setiap malam dan membunuh "30 atau 40" orang, alih-alih membatasi serangan hanya pada individu yang menimbulkan ancaman langsung.

Desakan Hardt ini meningkatkan tekanan terhadap pemerintah -,termasuk tokoh seperti Friedrich Merz dan Johann Wadephul yang merupakan anggota CDU,- untuk mengambil tindakan terhadap menteri Israel tersebut.

Sebelumnya, beberapa negara telah menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir atas tuduhan menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Uni Eropa telah mempertimbangkan langkah serupa namun kesulitan mencapai konsensus bulat yang diperlukan untuk menjatuhkan sanksi terhadap menteri Israel tersebut.

(Fajar Nugraha)