Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa.
Dorong Pesantren Naik Kelas, Santri di Jaktim Buka Jejaring Global
Fachri Audhia Hafiez • 12 August 2026 21:30
Jakarta: Pesantren di wilayah Jakarta Timur terus didorong untuk naik kelas dengan memperluas ekspansi jejaring hingga kancah internasional. Hal ini guna menjawab tantangan zaman dan meningkatkan daya saing santri.
“Ketika pesantren mampu membangun jejaring yang lebih luas, peluang untuk belajar dan berkembang juga semakin terbuka. Tetapi yang harus tetap menjadi pijakan adalah nilai-nilai pesantren dan kepentingan untuk memberikan manfaat,” kata Ketua Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur K.H. Zaenul Muttaqin dalam keterangannya, Rabu, 12 Agustus 2026.
Langkah konkret membuka akses global ini diwujudkan lewat deklarasi kolaborasi bersama Lembaga Santri Mendunia di Kota Songkhla, Thailand. Kemitraan ini bertujuan memperluas peluang kerja sama pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi antarnegara bagi para santri.
Upaya go international tersebut juga selaras dengan penguatan fondasi internal di tingkat lokal. Zaenul menjelaskan bahwa potensi besar yang dimiliki pesantren, mulai dari SDM santri hingga jaringan alumni, harus dikelola secara profesional demi mencapai kemandirian.
“Pesantren memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara profesional sehingga mampu memberikan nilai tambah dan memperkuat kemandirian pesantren,” kata Zaenul.
Ia menambahkan, tolok ukur kemandirian tidak sekadar dihitung dari jumlah unit usaha, melainkan penciptaan ekosistem berkelanjutan.
“Yang paling penting adalah membangun ekosistem. Ada peningkatan kapasitas SDM, tata kelola yang baik, jaringan usaha dan keberlanjutan. Jadi bukan sekadar memiliki usaha, tetapi bagaimana usaha itu benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi pesantren,” tegas Zaenul.
Melalui integrasi antara kualitas pendidikan, kemandirian ekonomi, serta perluasan jejaring hingga luar negeri, lembaga pendidikan keagamaan ini optimistis mampu mencetak santri yang produktif.
"Dari sinilah pesantren diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga berkembang menjadi lembaga yang mandiri, produktif dan mampu memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Dari pesantren membangun kemandirian, dari santri menebar manfaat dan dari Indonesia membuka jalan menuju dunia," kata Zaenul.

Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Jakarta Timur bersama Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa.
Pengurus DPW HEBITREN DKI Jakarta Gus Adnan Hafizh menekankan pentingnya membekali generasi muda pesantren dengan wawasan global dan kemampuan beradaptasi.
“Santri harus dipersiapkan menghadapi dunia yang terus berubah. Karena itu, pendidikan, kewirausahaan dan jejaring harus berjalan beriringan,” ujar Adnan.
Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Jakarta Timur K.H. Mahmud Efendy menepis anggapan bahwa pengembangan potensi lembaga dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama.
“Pesantren memiliki karakter dan potensi masing-masing. Dengan komunikasi dan kolaborasi, potensi itu bisa saling menguatkan,” ungkap Mahmud.