Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich. (Anadolu Agency)
Israel Berencana Bangun 763 Unit Permukiman Baru di Tepi Barat
Willy Haryono • 26 July 2026 09:52
Tel Aviv: Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan rencana pembangunan 763 unit permukiman baru di kawasan permukiman Eli, selatan Nablus, Tepi Barat.
Proyek tersebut diperkirakan akan memperluas kawasan permukiman itu hingga tiga kali lipat dalam beberapa tahun mendatang.
Dalam pernyataannya pada Sabtu kemarin, Smotrich menegaskan pemerintah Israel akan terus memperluas kawasan pertanian dan komunitas permukiman.
Menurut laporan Channel 14 yang dilansir Anadolu Agency, Minggu, 26 Juli 2026, ratusan unit hunian baru itu akan dibangun di permukiman Eli yang berada di bawah kewenangan Dewan Regional Binyamin di Tepi Barat.
Stasiun televisi tersebut melaporkan, pengembangan kawasan Eli diproyeksikan mampu meningkatkan luas permukiman hingga tiga kali lipat dalam beberapa tahun ke depan dan menampung ribuan pemukim baru.
Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu selama ini secara konsisten menyatakan dirinya sebagai salah satu pemerintahan yang paling mendukung ekspansi permukiman dalam sejarah Israel.
Sebelumnya, pada awal Juli, Smotrich menyampaikan bahwa pemerintah Israel telah menyetujui pendirian 104 permukiman baru serta 160 pos depan (outpost) permukiman pertanian di Tepi Barat sejak ia mulai menjabat pada akhir 2022.
Berdasarkan data pihak Palestina, sekitar 750.000 pemukim Israel kini tinggal di 141 permukiman dan 224 pos depan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.
Sementara itu, Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mencatat para pemukim Israel telah melakukan 3.488 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka sepanjang paruh pertama 2026.
Insiden tersebut meliputi penyerbuan desa, pembakaran, penembakan, penyitaan lahan, hingga pendirian pos permukiman baru, yang menurut komisi itu menyebabkan sedikitnya 17 warga Palestina tewas.
Sejumlah pejabat Palestina memperingatkan bahwa ekspansi permukiman yang terus berlanjut, disertai meningkatnya serangan oleh para pemukim, berpotensi membuka jalan bagi aneksasi formal Tepi Barat oleh Israel.
Mereka juga menilai perkembangan tersebut dapat semakin memperkecil peluang terwujudnya negara Palestina yang merdeka sebagaimana diamanatkan dalam berbagai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Militer Israel Tahan 48 Warga Palestina dalam Operasi di Tepi Barat