Warga mengantre untuk mengisi air saat distribusi air bersih di wilayah yang terdampak kekeringan di Kampung Karacak RT 01/08, Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jabar. Foto: Antara/Arif Firmansyah.
BNPB: 16 Ribu KK Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bogor
Anggi Tondi Martaon • 23 July 2026 12:17
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak kemarau di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kian meluas. Sebanyak 16.291 Kepala Keluarga (KK) atau 52.602 jiwa mengalami kekeringan hingga berkurangnya pasokan air bersih sejak awal Juli 2026.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat terdampak, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terus mendistribusikan pasokan air bersih secara berkala
"Petugas BPBD di lapangan terus bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis pasokan air akibat musim kemarau," kata Abdul dikutip dari Antara, Kamis, 23 Juli 2026.
.jpg)
Ilustrasi air bersih. Foto: Medcom.id.
Abdul menjelaskan pengerahan armada armada tangki air bersih terbaru menyasar sejumlah titik pemukiman warga di tiga kecamatan berbeda yang mengalami penurunan debit air secara signifikan. Bantuan air bersih yang telah disalurkan antara lain meliputi pasokan sebanyak 4.000 liter untuk masyarakat di Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup.
Selain itu, pasokan air bersih sebanyak 2.500 liter disalurkan ke Desa Gadog di Kecamatan Megamendung. Kemudian, 5.000 liter dikirimkan untuk warga di Desa Sukajaya, Kecamatan Sukajaya.
Abdul memastikan ancaman kekeringan akibat puncak kemarau di Jawa Barat juga dalam pemantauan tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB. Oleh karena itu BNPB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bogor guna memastikan ketersediaan armada distribusi air bersih dan pasokan air layak konsumsi bagi warga terdampak tetap terjamin.