Spesifikasi KF-21 Boramae, Jet Tempur Generasi Terbaru Buatan Korsel

Jet Tempur KF-21. (Dok. Joint Press Corps)

Spesifikasi KF-21 Boramae, Jet Tempur Generasi Terbaru Buatan Korsel

Riza Aslam Khaeron • 29 July 2026 21:42

Jakarta: Pengembangan pesawat tempur KF-21 Boramae Korea Selatan (Korsel) akhirnya resmi selesai setelah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Pesawat ini telah melewati lebih dari 1.600 penerbangan uji tanpa kecelakaan dan berhasil memperoleh penilaian kelayakan tempur penuh pada Mei 2026.

Untuk menandai tonggak sejarah tersebut, Korsel menggelar acara penyelesaian proyek di fasilitas Korea Aerospace Industries (KAI), Sacheon, pada Rabu, 29 Juli 2026.

“Keberhasilan KF-21 merupakan pencapaian luar biasa yang terwujud berkat kerja keras dan keringat para teknisi, serta dukungan masyarakat yang percaya pada kemampuan teknologi kita,” kata Menteri DAPA Lee Yong-cheol, dikutip dari antaranews.com.

Indonesia pada awalnya turut mengambil bagian dalam pengembangan pesawat ini sebagai negara mitra yang memproduksi bersama dengan Korsel. Namun, pada Juni 2026, Indonesia mundur dan berniat untuk membeli jet ini layaknya konsumen biasa.

Menurut KAI, pengiriman pertama pesawat KF-21 untuk Angkatan Udara Korsel (ROKAF) dijadwalkan mulai September 2026. Berikut adalah rincian spesifikasi lengkap dari jet tempur generasi 4.5 (4.5-generation fighter jet) terbaru buatan Korea Selatan ini.
 

Spesifikasi KF-21 Boramae


Prototipe KF-21 tahun 2023. (Wikimedia Commons)

KF-21 merupakan pesawat tempur multiperan bermesin ganda yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi, mulai dari pertempuran udara, pengawalan, intersepsi, hingga serangan terhadap sasaran di darat maupun laut.

Mengutip Defense Watch, berikut adalah spesifikasi utama KF-21 Boramae:
  • Produsen: Korea Aerospace Industries (KAI)
  • Awak: Satu orang (versi kursi tunggal) atau dua orang (versi kursi ganda)
  • Panjang: 16,9 meter
  • Rentang sayap: 11,2 meter
  • Tinggi: 4,7 meter
  • Berat maksimum saat lepas landas: Sekitar 25.600 kilogram
  • Kapasitas muatan maksimum: 7.700 kilogram
  • Kecepatan maksimum: Sekitar 2.200 kilometer per jam (Mach 1,81)
  • Jarak jelajah maksimum: Sekitar 2.900 kilometer
  • Daya dorong maksimum: Sekitar 44.000 pon secara gabungan
  • Mesin: Dua turbofan General Electric F414-GE-400K
  • Titik cantelan senjata: 10 titik
  • Meriam internal: M61A1 Vulcan kaliber 20 milimeter
     

Dilengkapi Radar AESA

KF-21 dibekali dengan radar Active Electronically Scanned Array (AESA) yang dikembangkan oleh Hanwha Systems. Perangkat canggih ini berperan sebagai sensor utama sekaligus "mata" bagi pesawat tempur.

Radar AESA APY-016K pada KF-21 diperkirakan mampu mendeteksi sasaran udara dari jarak sekitar 150–200 kilometer. Didukung sekitar 1.000 modul pemancar-penerima, radar ini sanggup melacak lebih dari 20 sasaran secara bersamaan.
   

Persenjataan KF-21


Rudal Meteor. (MBDA Systems)

Sebagai jet tempur generasi 4,5, KF-21 versi awal belum menggunakan ruang senjata internal (internal weapon bay) seperti pada pesawat siluman generasi kelima. Oleh karena itu, sebagian besar persenjataannya masih dibawa melalui cantelan eksternal di luar badan pesawat.

Varian KF-21 Block I saat ini, diprioritaskan untuk misi pertempuran udara-ke-udara. Senjata utamanya mencakup rudal Meteor, rudal canggih yang juga digunakan pada jet tempur Rafale, yang memiliki jangkauan operasional lebih dari 100 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan di atas Mach 4.

Selain rudal berpemandu, pesawat ini juga dilengkapi dengan meriam internal M61A1 Vulcan kaliber 20 milimeter untuk pertempuran jarak dekat.

(Riza Aslam Khaeron)