Presiden AS Donald Trump. Foto: Anadolu Agency.
Trump: Tidak Ada Tarif Tol di Selat Hormuz, Kecuali AS Memberlakukannya
Husen Miftahudin • 21 June 2026 09:33
Washington: Presiden AS Donald Trump membantah penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan yang telah dicapai dengan Amerika Serikat (AS).
Ia juga menegaskan tidak akan ada biaya tarif tol yang dikenakan di Selat Hormuz tersebut pada masa gencatan senjata antara AS-Iran yang berlangsung selama 60 hari, atau setelah periode tersebut berakhir.
Namun demikian, dalam sebuah unggahannya di media sosial, Trump menegaskan Amerika Serikat dapat memberlakukan pungutan tol di Selat Hormuz jika kesepakatan perdamaian AS-Iran tidak tercapai.
"Tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari selama periode gencatan senjata dan tidak akan ada biaya tol setelah periode 60 hari berakhir, kecuali jika biaya tol tersebut dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat jika kesepakatan tersebut tidak tercapai," tulis Trump seperti dikutip dari Xinhua, Minggu, 21 Juni 2026.
"(Pemberlakuan biaya tol tersebut) untuk jasa yang diberikan sebagai 'Malaikat Pelindung' bagi negara-negara Timur Tengah untuk tujuan penggantian biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan," tulis Trump menambahkan.
Ini menambah penegasan terhadap pernyataan Komando Pusat AS yang menyebut militer AS memastikan Selat Hormuz tetap terbuka. Bahkan jalur lalu lintas air untuk kapal komersial itu semakin meningkat.
"Jalur pelayaran internasional aman dan tetap terjaga hari ini karena 55 kapal dagang melintas, mengangkut sejumlah besar kargo dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global. Pasukan AS tetap hadir dan waspada untuk memastikan semua aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya," jelas pernyataan Militer AS tersebut.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Amerika Serikat tidak melihat bukti apa pun terkait klaim Iran yang menutup Selat Hormuz.
| Baca juga: Bantah Penutupan, Militer AS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka |

(Aktivitas jalur air di Selat Hormuz, foto ini diambil pada 20 Juni 2026. Foto: Xinhua/Wen Xinnian)
Israel langgar kesepakatan dengan AS
Sebelumnya Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer utama Iran, mengumumkan pada Sabtu penutupan Selat Hormuz, dengan alasan pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman perdamaian yang baru ditandatangani dan pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon selatan.
"Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup untuk lalu lintas kapal. Langkah pertama ini merupakan respons terhadap pelanggaran janji oleh pihak musuh," ujar pihak komando, seperti dikutip dari Al Jazeera.
"Jika agresi terus berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa pihak musuh mematuhi kewajibannya," sambungnya.
Iran menilai serangan Israel ke Lebanon selatan telah melanggar komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara Teheran dan Washington.
Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan Israel di Lebanon yang terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hizbullah telah diumumkan sebelumnya.