Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka Kick Off Gerakan Bersih-bersih Masjid yang dipusatkan di Masjid Fatahillah, Jakarta. ANTARA/HO-Kemenag
Menag Sebut Merawat Kebersihan Masjid sebagai Upaya Perkuat Kualitas Spiritual
Achmad Zulfikar Fazli • 11 August 2026 12:47
Jakarta: Kementerian Agama melaporkan lebih dari 50 masjid dan musala di Indonesia mengikuti Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Mas) 2026. Gerakan tersebut sebagai upaya membangun kesadaran ekologis melalui rumah ibadah.
“Rumah ibadah adalah meeting point antara hamba dengan Tuhan. Bagaimana orang bisa berkonsentrasi dalam ibadah kalau tempatnya kotor, pengap, atau tidak nyaman?,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menag menempatkan kebersihan rumah ibadah dalam perspektif lebih luas. Dia menyebut masjid bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang sakral yang menjadi titik perjumpaan manusia dengan Tuhan.
Menurut Menag, merawat kebersihan masjid sejatinya upaya menjaga kehormatan rumah ibadah sekaligus memperkuat kualitas spiritual masyarakat.
Dia menjelaskan konsep kebersihan dalam ajaran agama tidak hanya menyangkut aspek fisik, tetapi mencakup kebersihan batin. Namun, kebersihan fisik tetap menjadi prasyarat penting untuk menghadirkan suasana ibadah yang khusyuk.
Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengajak masyarakat menjadikan kegiatan membersihkan masjid sebagai gerakan bersama yang melibatkan seluruh anggota keluarga.
Menurut dia, budaya gotong royong membersihkan rumah ibadah perlu dihidupkan kembali agar masjid tidak hanya ramai saat salat, tetapi juga menjadi ruang yang dirawat bersama oleh jemaah.
“Datanglah ke masjid bersama keluarga. Bersihkan karpetnya, toiletnya, lingkungannya, perbaiki yang rusak. Jangan hanya masjidnya yang dibersihkan, tetapi juga selokan dan area di sekitarnya,” kata Menag.
Menag mengaitkan Geber Mas dengan agenda besar Kementerian Agama dalam membangun rumah ibadah yang berdampak bagi masyarakat. Dia menegaskan masjid harus berkembang menjadi pusat pemberdayaan umat yang tidak hanya melayani kebutuhan spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, ekonomi, dan kebudayaan.
Baca Juga :
Menag Dorong Peran Imam dalam Diplomasi Keagamaan

Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan gerakan bersih-bersih masjid. Dok. Kemenag
Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan Geber Mas merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Muharram sekaligus implementasi dua program prioritas Menteri Agama, yakni penguatan ekoteologi dan pemberdayaan rumah ibadah.
“Gerakan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung Indonesia yang bersih, sehat, resik, dan indah. Karena itu, hari ini diikuti lebih dari 50 ribu masjid dan musala di seluruh Indonesia,” ujar Abu.
Dia menegaskan Geber Mas tidak boleh berhenti pada peluncuran semata. Menurut dia, gerakan tersebut harus menjadi budaya baru yang terus dijalankan pengurus masjid, masyarakat, dan terutama para penyuluh agama.
Abu menyebut sejumlah area yang selama ini kerap luput dari perhatian menjadi fokus utama gerakan, seperti toilet, kamar mandi, tempat wudu, saluran air, hingga lingkungan sekitar rumah ibadah.