Evakuasi warga saat penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan. (Dok Polda Papua)
Festival Lembah Baliem Wamena Dihentikan Sementara, Warga Diimbau Tidak Terprovokasi
Lukman Diah Sari • 8 August 2026 18:07
Jayapura: Kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan. Masyarakat diminta tenang dan tidak terprovokasi.
"Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Apabila ada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini, segera sampaikan kepada pihak kepolisian agar dapat membantu proses pengungkapan," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito, dalam keterangan resmi, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Dua Korban Luka
Sementara itu, dari aksi penembakan tersebut, terdapat dua korban luka yang merupakan warga sipil. Dua warga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut yakni Laode Muhammad Kojo (43) dan Salbiah (50), warga Jalan Hom-Hom, Wamena."Setelah kejadian, kedua korban langsung dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di ruang tindakan Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Wamena," jelas Cahyo.
.jpeg)
Proses evakuasi di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Wamena pascapenembakan.. (Dok: Polda Papua)
Dia mengungkapkan, Laode mengalami luka tembak di lutut kanan. Sedangkan Salbiah mengalami luka tembak di bagian paha kanan dan punggung tangan kanan.
"Untuk kondisi kedua korban dalam keadaan sadar dan masih menjalani tindakan medis," ujar Cahyo.
Pelaku Diburu
Cahyo menegaskan, saat ini aparat gabungan TNI-Polri telah mengambil langkah cepat dengan memeriksa saksi di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, penyisiran untuk menangkap pelaku juga terus dilakukan."Saat ini aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran terhadap pelaku," tegas dia. Menurut dia, kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk mengidentifikasi pelaku dan motif penembakan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil kesimpulan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi," tegas Cahyo.