Warga Pati, Jawa Tengah, menerima bantuan air bersih. (Metro TV/ Udin Ali Nani)
Pati Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat Kekeringan, 40 Desa Terdampak
Udin Ali Nani • 18 September 2026 11:45
Pati: Kekeringan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus meluas dan berdampak pada sedikitnya 40 desa di 10 kecamatan. Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Pati menaikkan status bencana dari siaga darurat menjadi tanggap darurat kekeringan.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan, penetapan status tersebut mengacu pada Peraturan Bupati Pati Nomor 36 Tahun 2013. Dalam aturan itu, status tanggap darurat dapat ditetapkan apabila kekeringan melanda sedikitnya 1.200 hektare lahan dan minimal tiga desa.
“Status siaga darurat kekeringan menjadi tanggap darurat kekeringan karena sudah memenuhi syarat. Ini terpantau 1.700 hektare lahan kekeringan. Ada 40 desa terdampak, yang tersebar di 10 kecamatan,” kata Risma di Pati, Jumat, 18 September 2026.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Pati, Budi Marthinus, menyebut puluhan desa terdampak membutuhkan pasokan air bersih. Wilayah yang mengalami kekeringan terparah berada di Kecamatan Jakenan, disusul Kecamatan Jaken dan Winong.
“Kekeringan paling parah berwarna hitam di Kecamatan Jakenan, kemudian juga ke arah merah Kecamatan Jaken dan Winong,” ucapnya.

Warga Pati, Jawa Tengah, menerima bantuan air bersih. (Metro TV/ Udin Ali Nani)
Selain berdampak pada ketersediaan air bersih, kekeringan juga meningkatkan risiko kebakaran lahan. BPBD mencatat sejak akhir Juli hingga September 2026 telah terjadi 45 kali kebakaran lahan yang tersebar di 38 desa.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD mengerahkan armada tangki air secara bergilir. “Pemerintah Kabupaten Pati memastikan distribusi air bersih terus dilakukan ke desa-desa terdampak, seiring meluasnya wilayah kekeringan akibat kemarau panjang,” ungkap Budi.
Sedikitnya empat tangki disiagakan dan distribusi air dapat mencapai delapan hingga 12 tangki per hari, bergantung pada kebutuhan di wilayah terdampak. Bantuan air juga datang dari Palang Merah Indonesia serta donasi masyarakat.