Trump Klaim Amerika Serikat Akan Miliki Akses Penuh ke Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. The New York Times

Trump Klaim Amerika Serikat Akan Miliki Akses Penuh ke Greenland

Fajar Nugraha • 23 January 2026 09:37

Washington: Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan memiliki "akses penuh" ke Greenland sebagai hasil dari kesepakatan yang menurutnya telah ia negosiasikan. Trump klaim dapat membangun pangkalan militer sebanyak yang diinginkan di pulau Arktika tersebut.

“Kerangka kerja masih dalam tahap negosiasi,” kata Trump kepada pembawa acara Fox Business, Maria Bartiromo, seperti dikutip dari USA Today, Jumat 23 Januari 2026.

Namun, saat mengakhiri kunjungannya ke pertemuan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, ia mengatakan, "Kita akan mendapatkan semua yang kita inginkan. Kita mendapatkan semua yang kita inginkan tanpa biaya."

"Saya tidak perlu membayar apa pun. Kita akan memiliki akses penuh ke Greenland. Kita akan memiliki semua akses militer yang kita inginkan," kata Trump.

Trump mengakui bahwa Amerika Serikat mungkin tidak akan secara resmi mengakuisisi Greenland, yang sebelumnya ia tegaskan.

"Yah, saya tidak tahu apakah saya bisa mengatakan itu, tetapi itu mungkin. Itu mungkin. Apa pun mungkin," kata Trump tentang kepemilikan AS.

Sementara itu, Amerika Serikat mendapatkan "keamanan total" dan "akses total" ke wilayah Denmark, tanpa "batas waktu" bagi jejak militer Amerika di sana untuk berakhir, kata Trump. Ia juga mengatakan sistem pertahanan udara Golden Dome yang sedang dibangun Amerika Serikat akan mencakup Greenland.

"Kita mendapatkan semua yang kita inginkan," kata Trump.

"Saya perhatikan pasar saham naik sangat signifikan setelah kami mengumumkannya. Tetapi detailnya sedang dinegosiasikan sekarang. Ini akan sangat bagus,” tegas Trump.

Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa

Kesepakatan yang muncul yang menurut Trump telah ia mediasi pada 21 Januari dengan sekretaris jenderal NATO di Davos merupakan kemunduran yang mengejutkan bagi presiden AS, yang menggunakan pidatonya di KTT Swiss untuk mencela sekutu Amerika.

Dalam pidatonya, ia menolak gagasan menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau tersebut. Namun, ia berpendapat bahwa Denmark harus mentransfer kepemilikan Greenland ke Amerika Serikat. Amerika memiliki sarana yang lebih besar daripada Denmark untuk melindungi wilayah Arktik dari musuh asing, kata Trump.

Ditanya tentang posisi Denmark mengenai kesepakatan tersebut saat ia kembali ke Amerika Serikat dengan pesawat Air Force One, Trump berkata: "Saya pikir semua orang menyukainya."

"Maksud saya, saya pikir? Saya akan memberi tahu Anda sekitar dua minggu lagi," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menghela napas lega setelah pengumuman Trump tentang Truth Social, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Hari ini berakhir dengan catatan yang lebih baik daripada saat dimulai."

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)