Pram Pastikan Anggaran Antisipasi Banjir di Jakarta Tak Dipangkas

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metrotvnews.com/Adinda Vinka

Pram Pastikan Anggaran Antisipasi Banjir di Jakarta Tak Dipangkas

Achmad Zulfikar Fazli • 21 January 2026 13:00

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan anggaran untuk mengantisipasi banjir, seperti normalisasi sungai hingga pembelian beberapa pompa baru, tak akan dipangkas.

“Hal yang berkaitan dengan penekanan cuaca buruk dan normalisasi sungai, apakah itu Ciliwung atau Krukut dan pembelian beberapa pompa-pompa baru, saya men-stressing tidak ada pengurangan,” ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut dia, penanganan banjir hingga cuaca buruk di Jakarta harus dipersiapkan secara baik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan anggaran untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama satu bulan.

Pemprov DKI Jakarta menggunakan dana Belanja Tak Terduga (BTT) untuk anggaran OMC. “Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai setelah Imlek, bagi saya, setiap hari saya kontrol sendiri,” kata Pramono.
 

Baca Juga: 

Siap-siap! Pramono Bakal Putuskan WFH Jika Cuaca Ekstrem di Jakarta


Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk sepanjang 2026 dalam rangka mengantisipasi hujan di Ibu Kota.

“Kita sudah kalkulasikan kenapa sepanjang tahun itu Rp31 miliar. Awalnya itu kan cuma Rp7 miliar. Tapi dari rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jadi ditambah lagi,” kata Yohan.

Yohan menjelaskan penambahan anggaran itu dilakukan karena adanya rencana pelaksanaan OMC pada saat musim kemarau mendatang.

Berbeda dengan OMC saat musim hujan, OMC saat musim kemarau dilakukan agar hujan turun di atas tanah bukan di atas laut.

“Kita juga ada niat nanti masuk musim kering, justru kita coba gugurkan awannya di daratan. Beda metodenya (dengan OMC saat musim hujan),” kata Yohan.

Yohan mengatakan total anggaran tersebut tak akan dipaksakan untuk terserap seluruhnya. Apabila situasi dirasa cukup kondusif, OMC tidak akan dilakukan.

Yohan memaparkan jumlah anggaran yang disiapkan untuk OMC periode awal dan pertengahan tahun sebesar Rp7 miliar.

“Itu dipersiapkan sekitar Rp7 miliar untuk tahap yang awal tahun ini ya. Awal dan pertengahan tahun ini itu Rp7 miliar. Tapi itu juga belum tentu keserap semua,” kata dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)