Metro TV gelar Green Summit 2026. Foto: Metro TV/Cony Brilliana
Telkomsel dan PAM Jaya Tunjukkan Bisnis Hijau Bisa Tetap Menguntungkan
Cony Brilliana • 22 January 2026 14:39
Jakarta: Komitmen dunia usaha dalam mendukung transisi hijau Indonesia mengemuka dalam Metro TV Green Summit 2026 bertajuk Accelerating Indonesia’s Green Transition, Kamis, 22 Januari 2026. Telkomsel dan PAM Jaya memaparkan langkah konkret menjaga keseimbangan antara keberlanjutan lingkungan dan profitabilitas bisnis melalui efisiensi energi, daur ulang, serta pengelolaan sumber daya air.
Di sektor telekomunikasi, Telkomsel menyatakan penerapan prinsip green environment dan green economy dilakukan secara nyata di tengah besarnya skala operasional perusahaan. Dengan ratusan ribu perangkat dan jaringan fiber optik yang membentang hingga ratusan ribu kilometer, perusahaan dituntut mengelola dampak lingkungan dari perkembangan teknologi yang terus berubah.
Pergantian teknologi yang cepat membuat volume perangkat meningkat dan berpotensi menjadi limbah. Karena itu, efisiensi arsitektur jaringan, pemanfaatan ulang, serta daur ulang perangkat menjadi fokus utama. Telkomsel juga menekan konsumsi energi melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial serta pengurangan penggunaan plastik, termasuk pada SIM card dan kemasan.
Direktur Human Capital Management Telkomsel Indrawan Ditapradana mengatakan, meski sektor telekomunikasi bukan penyumbang emisi besar, perusahaan tetap memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.
"Perusahaan kami memang bukan high emitter dan bukan pula yang berisiko tinggi terhadap lingkungan. Namun kami sadar apa yang kami miliki dapat berdampak terhadap lingkungan," ujar dia.

Metro TV menggelar Green Summit 2026 di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Foto: Metro TV/Cony Brilliana
Selain dari sisi internal, Telkomsel turut melibatkan pelanggan dalam upaya pelestarian lingkungan melalui program penukaran poin loyalitas yang dikonversi menjadi penanaman mangrove. Program ini diikuti ratusan ribu pelanggan dan diklaim mampu menurunkan emisi karbon secara signifikan.
Sementara itu, PAM Jaya menekankan prinsip keberlanjutan harus berjalan seiring dengan kesehatan keuangan perusahaan. Sebagai badan usaha milik daerah, tarif air masih diatur pemerintah. Namun, PAM Jaya menerapkan skema subsidi silang untuk memastikan perluasan layanan tetap berjalan.
Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengatakan, skema tersebut memungkinkan keuntungan perusahaan dimanfaatkan kembali untuk investasi jaringan.
"Kami menerapkan cross-subsidi internal untuk menjaga agar profitabilitas dapat digunakan melakukan investasi penyambungan layanan yang lebih luas," kata dia.
Selain menjaga profitabilitas, PAM Jaya juga mendorong penggunaan air perpipaan sebagai langkah ramah lingkungan karena dapat menekan eksploitasi air tanah dan konsumsi energi rumah tangga. Saat ini, cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai lebih dari 80 persen dan ditargetkan menembus 90 persen pada 2026, didukung jaringan pipa sepanjang 12.800 kilometer. Melalui pendekatan ini, PAM Jaya berharap keberlanjutan lingkungan dan layanan publik dapat berjalan beriringan.