Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Purbaya Minta Pasar Tak Panik, Ekonomi Tetap Terjaga di Tengah Tekanan!
Insan Suardi • 9 March 2026 19:11
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus Rp17 ribu per USD. Purbaya meminta pelaku pasar tak perlu panik, sebab pemerintah menjaga pondasi ekonomi nasional tetap solid.
Bendahara negara itu menilai, pelemahan nilai tukar rupiah serta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipicu pernyataan sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia dalam kondisi dalam ambang resesi.
Purbaya menampik klaim tersebut. Dia menyebut aktivitas perekonomian Indonesia saat ini dalam fase ekspansif. Pemerintah juga dianggap berpengalaman dalam menghadapi sejumlah fase krisis perekonomian untuk mengukur langkah kebijakan ke depan.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat turun 76 poin atau melemah 0,45 persen menjadi Rp17.001 per USD pada perdagangan Senin pagi.
"Kita punya tanggung jawab untuk menjaga situasi kondusif di masyarakat. Jika situasi chaos, yang akan mengalami kesulitan kita juga. Sementara ada pihak yang memang menginginkan situasi chaos. Jangan sampai kita menari di atas genderang yang ditabuh pihak lain," tegas Purbaya.

Ilustrasi. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
Gerak IHSG dan rupiah
Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami penurunan. Pasar modal Indonesia seharian berada di zona merah.
Berdasarkan pemantauan, IHSG pada awal pembukaan perdagangan langsung ambruk ke zona merah. Hingga akhir perdagangan sesi pertama, pasar modal Indonesia semakin terpuruk.
Setelah jeda, IHSG tak mampu bangkit. Penurunan itu semakin parah hingga penutupan perdagangan hari ini. Mengutip laman RTI, Senin, 9 Maret 2026, IHSG ditutup di posisi 7.337,369 atau turun sebanyak 248,318 poin, setara 3,27 persen.
Sementara mengutip data Bloomberg, Senin, 9 Maret 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp16.949 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 24 poin atau setara 0,14 persen dari posisi Rp16.925 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
"Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 24 poin, sebelumnya sempat melemah 70 poin di level Rp16.949 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp16.925 per USD," kata analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Di perdagangan hari ini, rentang pergerakan rupiah berada pada level Rp16.947 per USD hingga Rp17.019 per USD. Sementara year to date (ytd) return tercatat 1,61 persen.
Sementara itu, data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp16.935 per USD. Rupiah melemah 21 poin atau setara 0,12 persen dari Rp16.914 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp16.974 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun sebanyak 55 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp16.919 per USD.