Ilustrasi hujan. Foto: Media Indonesia (MI)/Ramdani.
Waspada, Sejumlah Wilayah Jateng Berstatus Siaga Curah Hujan Tinggi
Lukman Diah Sari • 12 February 2026 08:32
Cilacap: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) berstatus siaga curah hujan tinggi pada Dasarian II Februari 2026. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir serta tanah longsor.
“Memasuki Dasarian II Februari 2026 (11-20 Februari), seluruh wilayah Jawa Tengah berada pada musim hujan. Beberapa daerah masuk kategori siaga curah hujan tinggi dengan potensi curah hujan 200-300 milimeter per dasarian,” kata Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis, 12 Februari 2026, melansir Antara.
Berdasarkan surat Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah, kata dia, periode Dasarian II Februari 2026 potensi hujan deras diprakirakan terjadi secara bertahap pada 11-13 Februari, 14-16 Februari, dan 17-20 Februari 2026 di berbagai wilayah Jateng. Dalam hal ini wilayah berstatus siaga curah hujan tinggi meliputi Kota Tegal serta Kabupaten Tegal, Jepara, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara.

Peta informasi peringatan dini curah hujan tinggi di wilayah Provinsi Jawa Tengah pada Dasarian II Februari 2026 (11-20 Februari). ANTARA/HO-BMKG
Sementara itu, sejumlah daerah lain masuk kategori waspada dengan potensi curah hujan 150-200 milimeter per dasarian, antara lain Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kota Pekalongan, Kota Magelang, serta Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Kendal, Semarang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, dan Wonogiri.
Meskipun fenomena iklim global seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral, Teguh mengatakan dinamika atmosfer regional masih mendukung pembentukan awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa Tengah. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan genangan, terutama di wilayah perbukitan, daerah aliran sungai, serta kawasan dengan drainase kurang optimal.
“Kami mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membersihkan saluran air, serta terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat melakukan langkah mitigasi lebih dini,” katanya.
“BMKG memastikan akan terus memperbarui informasi cuaca dan peringatan dini sesuai perkembangan kondisi atmosfer terkini melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal resmi lainnya,” kata Teguh.