Tebuireng Jadi Ruang Ziarah dan Silaturahmi di Tengah Muktamar NU

Wakil Presiden ke-13 Kiai Ma’ruf Amin ziarah ke kompleks makam para tokoh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Tebuireng Jadi Ruang Ziarah dan Silaturahmi di Tengah Muktamar NU

Deny Irwanto • 29 August 2026 14:29

Jombang: Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, menjadi ruang pertemuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Selain agenda organisasi, sejumlah aktivitas tokoh dan tradisi keagamaan turut mewarnai suasana perhelatan tersebut.

Salah satunya kunjungan Wakil Presiden ke-13 Kiai Ma’ruf Amin ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang. Kunjungan tersebut diisi dengan ziarah ke kompleks makam para tokoh yang memiliki sejarah penting bagi Nahdlatul Ulama.

Kompleks pemakaman Tebuireng menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh, termasuk KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai pendiri Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama.

Juru Bicara Tim Qanun Asasi (Qonas), Abi Rekso, memandang kunjungan tersebut sebagai bagian dari suasana kebersamaan yang terlihat selama pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

“Ada istilah di NU, awal gegeran (keributan) diakhiri dengan ger-geran. Jadi, kalau kita lihat di Jombang Nahdliyin tumpah ruah, banyak bazar disambut suka cita seluruh warga Nahdliyin se-Indonesia.” kata Abi di Jombang, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Menurut Abi, kehadiran warga Nahdliyin dari berbagai daerah membuat suasana Muktamar NU tidak hanya berlangsung dalam forum organisasi, tetapi juga diwarnai perjumpaan dan silaturahmi.

Kiai Ma’ruf Amin juga disebut memiliki hubungan baik dengan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin, salah satu kandidat Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke-35.


Wakil Presiden ke-13 Kiai Ma’ruf Amin ziarah ke kompleks makam para tokoh di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 29 Agustus 2026. Dokumentasi/ istimewa.

Kunjungan Kiai Ma’ruf Amin ke Tebuireng kemudian menjadi perhatian karena berlangsung di tengah proses pemilihan kepemimpinan PBNU. Namun, Abi Rekso mengingatkan agar setiap pertemuan antartokoh tidak selalu dimaknai sebagai bentuk dukungan politik organisasi.

Menurut dia, pertemuan tersebut dapat dilihat sebagai bagian dari silaturahmi dan penghormatan terhadap sejarah serta tokoh-tokoh NU yang dimakamkan di Tebuireng.

Ia juga menyebut Gus Kikin selama proses pencalonan lebih banyak membawa gagasan mengenai Qanun Asasi sebagai salah satu pedoman dalam melihat arah NU ke depan.

"Saya lihat kemarin keakraban beliau-beliau (Kiai Ma’ruf dan Gus Kikin) di Makam Mbah Hasyim dan Gus Dur. Semoga itu memberikan keberkahan bagi PBNU masa depan," ungkap Abi Rekso.


(Deny Irwanto)