Kebakaran Landa Taman Nasional Berbak Sembilang, Api Meluas

Kobaran api merambat masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Rabu petang (26/8/2026). ANTARA/HO-Balai TNBS

Kebakaran Landa Taman Nasional Berbak Sembilang, Api Meluas

Lukman Diah Sari • 26 August 2026 23:14

Tanjab Timur: Petugas gabungan tengah menyiapkan strategi khusus untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS) di Resort Simpang Datuk, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I pada Grid 1.3.2.

Kepala Balai TNBS, Yunaidi, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Saat ini, tim di lapangan masih mencari akses teraman yang lebih mudah dijangkau untuk melancarkan proses pemadaman api.

"Betul, (kawasan TNBS) terbakar," kata Yunaidi saat dikonfirmasi di Jambi, Rabu, 26 Agustus 2026.

Dalam keterangannya disebutkan lokasi kebakaran berada di parit empat, Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi. Kebakaran terjadi di dalam kawasan dan area penggunaan lain (APL). Area yang terbakar merupakan semak belukar yang tumbuh di lahan gambut.

Luas lahan yang terbakar berdasarkan hasil pengambilan data oleh pesawat tanpa awak (drone) ditaksir mencapai 21,8 hektare, di mana 13,2 hektare berada di dalam kawasan. Hingga malam ini api belum bisa dikendalikan akibat angin kencang dan sebarannya yang semakin meluas.

"Malam ini proses pemadaman untuk sementara dihentikan untuk menjaga keselamatan petugas," ujarnya.


Kobaran api merambat masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Rabu petang (26/8/2026). ANTARA/HO-Balai TNBS

Berdasarkan rencana dan tindak lanjut upaya pemadaman, satuan tugas akan mempertebal jumlah personel serta menambah selang
untuk menjangkau titik api terjauh. Yunaidi mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di tengah situasi musim kemarau saat ini.

"Saya meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran karena situasi saat ini, materinya sangat (mudah) terbakar, dan jika sudah terbakar sangat sulit untuk dipadamkan," ujarnya.

(Lukman Diah Sari)