Ilustrasi - Kondisi di wilayah perairan pesisir Kota Kupang, Pulau Timor, NTT. ANTARA/Yoseph Boli Bataona
Gelombang Tinggi Mengintai Perairan NTT, Nelayan Diminta Hati-hati
Silvana Febiari • 15 January 2026 11:59
Kupang: Masyarakat di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) diingatkan untuk mewaspadai potensi gelombang laut. Gelombang kategori sedang dengan ketinggian lebih dari 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan NTT pada 15-18 Januari 2026.
“Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari barat daya ke arah barat laut dengan kecepatan angin berkisar 8 hingga 35 knot, sehingga turut berdampak pada tingginya gelombang laut,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang Yandri Anderudson Tungga di Kupang, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Januari 2026.
Sejumlah wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi tersebut meliputi Selat Sape bagian utara, Selat Sape bagian selatan, perairan utara Flores, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, hingga Selat Alor.
Kemudian perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Selat Sumba bagian timur, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, serta Selat Pukuafu.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penguatan Monsun Asia terpantau di wilayah Indonesia. Pusat tekanan rendah di selatan NTB dan utara Australia memicu daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di wilayah NTT.

Ilustrasi. Medcom.id
Selain itu, aktifnya gelombang atmosfer Kelvin dan gelombang atmosfer low turut mempengaruhi cuaca. Hal ini meningkatkan potensi terjadinya hujan di wilayah NTT.
Lebih lanjut, BMKG juga mengimbau pengguna perahu nelayan agar berhati-hati ketika kecepatan angin mencapai 15 knot disertai gelombang setinggi 1,25 meter. Sementara bagi operator kapal tongkang diminta meningkatkan kewaspadaan pada kondisi angin 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter.