Polri: Penangkapan Teroris Terus Mengalami Penurunan

Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono dalam rilis akhir tahun (RAT) di Rupatama. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Polri: Penangkapan Teroris Terus Mengalami Penurunan

Siti Yona Hukmana • 30 December 2025 15:16

Jakarta: Penangkapan teroris terus mengalami penurunan. Hal itu disampaikan Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono dalam rilis akhir tahun (RAT) di Rupatama, Mabes Polri, Jakarta.

Syahar menjelaskan, Densus 88 menangkap 51 teroris pada tahun ini. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan 2023 dan 2024.

"Jumlah penangkapan pada tahun 2025, sebanyak 51," kata Syahar di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2025.

Sedangkan pada 2023, Densus menangkap 147 tersangka teroris. Pada 2024, jumlah tersangka teroris yang diciduk yaitu 55 orang.

Selain penurunan penangkapan tersangka, Syahar menjelaskan bahwa Densus 88 berhasil menoreh prestasi dengan mempertahan zero attack atau nol serangan teroris. Capaian itu ditorehkan sejak 2023.

“Berkomitmen menjaga Indonesia bebas serangan teror. Mempertahankan status Zero Terrorism Attack sepanjang 2023-2025,” ujar Syahar.

Ilustrasi penangkapan. Foto: Medcom.id.

Kemudian, Densus 88 juga berhasil mendeteksi dini, untuk mencegah terpaparnya anak-anak paham radikalisme. Hal itu dilakukan berkat pendekatan strategi soft approach dan hard approach.

Adapun, sejumlah kasus menonjol pada tahun 2025 ada radikalisme anak di bawah umur lewat rekrutmen online (110 anak di 23 provinsi), menggagalkan rencana aksi kelompok Anshor Daulah, dan penangkapan 7 tersangka saat pengamanan Nataru.

Lalu, 68 anak di 18 provinsi yang terpapar ideologi ekstrem (DCC, Neonazi, White Supremacy) dengan kepemilikan senjata berbahaya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)