Ilustrasi banjir di Jombang, Jawa Timur. (Metrotvnews.com/Nurul Hidayat)
Gara-Gara Sumbatan Sampah, 60 Rumah di Jombang Terendam Luapan Sungai Marmoyo
Silvana Febiari • 27 March 2026 18:32
Jombang: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir terjadi di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu, 25 Maret 2026. Banjir tersebut berdampak pada permukiman warga di Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah hulu Sungai Marmoyo. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya sumbatan sampah di aliran sungai.
"Adanya sumbatan sampah mengakibatkan debit air tinggi dan meluap ke permukiman warga," ujar Abdul dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Maret 2026.
Baca Juga :
Berdasarkan pendataan di lapangan, tercatat sebanyak 60 rumah yang dihuni oleh 60 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut. Luapan air masuk ke rumah warga dengan Tinggi Muka Air (TMA) yang bervariasi antara 5 hingga 40 sentimeter.
Merespons peristiwa ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Jombang melakukan asesmen dan koordinasi lintas instansi di wilayah terdampak serta pemantauan Sungai Marmoyo.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya bahaya hidrometeorologi basah.
"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," ujar Abdul.
(1).jpg)
Ilustrasi banjir. Metrotvnews.com/Khairunnisa Puteri M
Warga yang tinggal di daerah bantaran sungai juga diminta untuk rutin memantau ketinggian muka air serta memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi.
Di samping itu, BNPB juga mendorong kepada seluruh pihak agar melakukan deteksi dini dan pengawasan yang dapat dimulai dari melakukan patroli rutin di daerah rawan kebakaran, melakukan optimalisasi menara pengawas dan pos jaga, memantau informasi cuaca secara rutin dan berkala.