Prabowo Ungkap Rencana Bangun Sejumlah PLTS Kapasitas 100 GW dalam 2 Tahun

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau implementasi Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

Prabowo Ungkap Rencana Bangun Sejumlah PLTS Kapasitas 100 GW dalam 2 Tahun

Achmad Zulfikar Fazli • 9 July 2026 22:07

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkap rencana pemerintah membangun sejumlah pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dalam waktu dua tahun. PLTS menjadi salah satu cara Indonesia membangun kemandirian energi sekaligus mengurangi emisi karbon.

"Kita dibicarakan di dunia, satu, kita dibicarakan kenapa? Kita leading (memimpin) dalam mengurangi emisi karbon. Kita leading. Mereka tahu kita punya program B50, tadi emisi kita hemat 44 juta karbon dioksida ekuivalen. 44 juta, kita kurangi. Baru (dengan program) B50. Bagaimana kalau kita juga sudah diketahui, oleh pemimpin dunia kita diketahui, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya," kata Presiden dalam acara peluncuran mandatori B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat, dilansir dari Antara, Kamis, 9 Juli 2026.

Presiden melanjutkan PLN pada 2026 telah memulai pembangunan PLTS itu dengan kapasitas 17 gigawatt.

"(Sebesar) 100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa? Pak Rosan (CEO Danantara Rosan Roeslani), bisa? Kok kurang keras. Bisa? Menteri Ekon (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto) bisa? Menteri ESDM bisa? Aku tidak tanya laksanakan, bisa enggak?" tanya Prabowo kepada beberapa jajaran menterinya yang turut hadir dalam acara peluncuran B50.

Menteri-menteri yang dipanggil mulai dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kompak menyatakan kesanggupan mereka memenuhi target pembangunan PLTS berkapasitas total 100 gigawatt dalam waktu dua tahun.

Bagi Presiden, pembangunan PLTS itu, termasuk penggunaan B50, merupakan hal yang penting dalam membangun kemandirian energi nasional, mengingat energi vital bagi kelangsungan hidup bangsa.

"Kita sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kita diberi karunia yang luar biasa. Kita memiliki cadangan geotermal (panas bumi) yang sangat besar. Kita memiliki cadangan batu bara, masih salah satu terbesar di dunia. Kita memiliki cadangan gas yang sangat besar. Baru saja kita menemukan ladang gas sangat besar di Andaman. Kita masih punya ladang yang sangat besar di Masela, Maluku Barat Daya, di Natuna, di Kalimantan," ujar Prabowo.


Ilustrasi PLTS. Metrotvnews.com/Ade Hapsari

Tidak hanya itu, Presiden membagikan laporan dari jajarannya mengenai cadangan CNG yang cukup banyak dan tersebar di banyak daerah Indonesia. CNG atau gas alam terkompresi merupakan bahan bakar gas yang dapat menjadi alternatif LPG.

"Kita juga temukan baru saja ladang-ladang besar dan baru kita ketahui bahwa kita punya CNG, kalau LPG kita masih impor, CNG kita sangat banyak, sangat-sangat banyak. Di Jawa Tengah penggunaan CNG sudah sangat banyak dan akan kita teruskan, dan CNG ada di seluruh Indonesia," kata Prabowo.

(Achmad Zulfikar Fazli)