Dukung PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan di Jawa

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Dukung PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan 24 Ribu Hektare Lahan di Jawa

Eko Nordiansyah • 30 May 2026 13:45

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sudah menyiapkan 24 ribu hektare lahan di Pulau Jawa untuk mendukung program Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW.

“Jadi, ketersediaan lahan, berdasarkan identifikasi yang kami lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN, di Pulau Jawa ini sudah tersedia sekitar 24 ribu hektare,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dilansir dari Antara, Sabtu, 30 Mei 2026.

Lahan seluas 24 ribu hektare tersebut, lanjut dia, akan ditindaklanjuti dengan verifikasi bersama antara Kementerian ESDM, Kementerian ATR/BPN, serta PLN.

Nanti, lanjut Yuliot, secara infrastruktur seperti transmisi dan ketersediaan gardu induk milik PLN, Pemerintah akan menghubungkannya dengan pembangkit yang berlokasi di lahan seluas 24 ribu hektare tersebut.

Yuliot menyampaikan pada tahap awal, Kementerian ESDM melakukan percepatan untuk 17 gigawatt (GW) terlebih dahulu.

“Ini kan, kebutuhan yang ini kan kita percepatan yang pertama 17 GW terlebih dahulu. Dan juga ada battery energy storage atau BASE sekitar 33 gigawatt,” ujar Yuliot.

Pemerintah menyiapkan tahap awal pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 17 gigawatt (GW) sebagai bagian dari proyek besar PLTS 100 GW yang tengah didorong dalam mendukung transisi energi nasional.
 



(Ilustrasi. Foto: Dok istimewa)

Pengembangan PLTS dikombinasikan dengan beberapa sistem

Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Jisman P Hutajulu mengatakan pemerintah menargetkan total pengembangan PLTS mencapai sekitar 100,7 gigawatt peak (GWp) yang dikombinasikan dengan sistem penyimpanan energi atau battery energy storage system (BESS) sebesar 145,8 gigawatt hour (GWh).

Program tersebut terbagi dalam dua skema utama, yakni PLTS skala besar yang terhubung jaringan listrik nasional, serta PLTS skala kecil terdistribusi untuk menjangkau wilayah terpencil dan desa.

Untuk PLTS skala besar, kapasitas yang disiapkan mencapai sekitar 87,5 GWp dengan dukungan BESS sebesar 111 GWh. Sementara itu, PLTS terdistribusi ditargetkan mencapai 13,2 GWp dengan BESS sekitar 34,8 GWh.

Dari sisi keekonomian, pemerintah memperkirakan tarif listrik dari PLTS skala besar berada di kisaran 5,5 hingga 25 sen dolar AS per kWh, sedangkan PLTS skala kecil berkisar 9 hingga 40 sen dolar AS per kWh, tergantung pada kapasitas penyimpanan energi yang digunakan.

Selain itu, proyek PLTS 100 GW diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 71,3 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun.

Presiden Prabowo Subianto sendiri menargetkan pengembangan PLTS mencapai 100 GW dalam kurun 2026–2028. Target tersebut tergolong sangat ambisius, mengingat kapasitas terpasang PLTS saat ini baru sekitar 1,5 GW.

(Eko Nordiansyah)