KRL Duri-Tangerang Dievakuasi ke Stasiun Rawa Buaya

Petugas penjaga palang pintu rel Klingkit, Rawa Buaya, Jakarta Barat, Zainul, mengkoordinasikan KRL jurusan Duri - Tangerang yang terhenti pascaledakan di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

KRL Duri-Tangerang Dievakuasi ke Stasiun Rawa Buaya

Fachri Audhia Hafiez • 26 May 2026 21:12

Jakarta: Rangkaian Kereta Commuter Line rute Duri-Tangerang yang mogok akibat mengalami ledakan di perlintasan sebidang RT 01/RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, akhirnya berhasil dievakuasi. Proses evakuasi dilakukan dengan cara mendorong rangkaian kereta bermasalah tersebut menuju Stasiun Rawa Buaya.

“Kereta disetut (didorong) KRL lain ke Stasiun Rawa Buaya. Nanti diperbaiki di sana,” kata petugas penjaga palang pintu rel Klingkit Rawa Buaya, Zainul, kepada wartawan di lokasi, dilansir Antara, Selasa malam, 26 Mei 2026.
 


Zainul menjelaskan, tindakan mendorong rangkaian kereta yang sarat penumpang ini dilakukan sekitar pukul 18.48 WIB setelah KRL tersebut tertahan sejak pukul 17.00 WIB. Evakuasi darurat ini diprioritaskan agar jalur perlintasan sebidang yang sempat lumpuh total bisa segera dibuka kembali untuk kendaraan bermotor.

"Bisa di sini juga kendaraan bisa melintas kan," tambah Zainul.

Sebelum kereta terhenti total, para penumpang KRL lintas Duri-Tangerang mengaku sempat didera kepanikan luar biasa. Pasalnya, muncul bunyi ledakan keras sebanyak tiga kali dari bagian dalam gerbong sebelum akhirnya seluruh sistem kelistrikan kereta mati total.

"Tadi dengar ada ledakan. Jadi ledak gitu, (kereta) mati, (kereta) hidup lagi, ledak lagi, terus mati, hidup, ledak lagi, terus mati lagi. Enggak lama, kereta berhenti sampai sekarang. Ledakannya dari dalam KRL, kayak 'dug' gitu bunyinya," ungkap salah satu penumpang, Tasya, 25.

Tasya menceritakan, dentuman tersebut seketika membuat lampu gerbong padam dan memicu histeria massal para penumpang di dalam kereta. Akibat diselimuti rasa takut, Tasya bersama puluhan penumpang lainnya memilih untuk nekat turun dari gerbong begitu pintu kereta terbuka secara manual di tengah perlintasan.

"Saya kan berangkat dari Kampung Bandan mau ke Tangerang. Tadi turun di sini, pintunya terbuka akhirnya tadi," lanjut Tasya.


Kereta Commuter Line rute Duri (Jakarta) - Tangerang tiba-tiba berhenti di perlintasan sebidang RT 01 / RW 11 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur.

Kesaksian serupa dilontarkan oleh Butar, 45, penumpang yang saat kejadian berada tepat di titik sumber suara. "Saya tadi di gerbong tiga, terus dengar ada ledakan dari gerbong tiga. Tiga kali (bunyi ledakan), sekitar jam 17.00 tadi," aku Butar.

Sesaat setelah ledakan, Butar langsung menyelamatkan diri dengan berlari ke gerbong paling depan. Berbeda dengan Tasya, Butar bersama sebagian penumpang lainnya memilih untuk tetap bertahan di dalam gerbong hingga bantuan penarik datang.

Insiden ini sempat berimbas pada kelumpuhan arus lalu lintas di kawasan Cengkareng karena badan kereta melintang tepat di perpotongan jalan raya. Banyak pengendara menuju Jalan Daan Mogot maupun arah sebaliknya tertahan di depan palang pintu, hingga terpaksa memutar balik mencari jalur alternatif.

(Fachri Audhia Hafiez)