Ilustrasi wukuf di Arafah/MI/Adam Dwi
Puncak Haji Dimulai, Simak Panduan Lengkap Wukuf di Arafah
Putri Purnama Sari • 26 May 2026 14:17
Jakarta: Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun terpenting dalam ibadah haji. Bahkan, Rasulullah SAW menegaskan bahwa inti dari ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Oleh karena itu, setiap jemaah haji perlu memahami tata cara, anjuran, serta hal-hal yang harus dihindari saat berada di Padang Arafah.
Melalui unggahan di Instagram resmi Kemenhaj dan JihadMedsos KJRI Jeddah, jemaah diimbau untuk memperhatikan panduan penting selama pelaksanaan wukuf agar ibadah berjalan lancar, aman, dan sesuai syariat.
Apa Itu Wukuf di Arafah?
Wukuf adalah rangkaian ibadah haji dengan berdiam diri di Padang Arafah pada 9 Zulhijah sejak tergelincir matahari hingga terbenam. Wukuf menjadi rukun haji yang wajib dilakukan setiap jemaah.
Rasulullah SAW bersabda:
“Haji itu Arafah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Artinya, siapa yang tidak melaksanakan wukuf di Arafah, maka hajinya tidak sah.
Panduan Wukuf di Arafah bagi Jemaah Haji
Berikut poin-poin penting yang disampaikan dalam panduan resmi:
1. Wukuf Dilaksanakan Sejak Fajar hingga Matahari Terbenam
Jemaah diminta berada di kawasan Arafah sejak hari kesembilan Zulhijah hingga matahari terbenam. Seluruh wilayah Arafah merupakan tempat sah untuk melaksanakan wukuf.
2. Perbanyak Doa dan Zikir
Selama berada di Arafah, jemaah dianjurkan memperbanyak:
- Doa
- Takbir
- Zikir
- Membaca Al-Qur’an
- Memohon ampun kepada Allah SWT
Waktu wukuf termasuk salah satu momen paling mustajab untuk berdoa.
3. Salat Zuhur dan Asar Dilakukan Jamak Qasar
Jemaah melaksanakan salat Zuhur dan Asar dengan cara jamak qasar pada waktu Zuhur sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
4. Hindari Paparan Panas Berlebihan
Jemaah diimbau tetap berada di tenda, tempat teduh, atau ruangan ber-AC untuk menghindari kelelahan akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi. Bahkan, jemaah diminta tidak keluar tenda pada pukul 10.00 hingga 16.00 karena suhu biasanya mencapai puncaknya pada jam tersebut.
5. Ikuti Arahan Petugas
Seluruh jemaah harus mengikuti instruksi petugas terkait pengelompokan, perpindahan, dan jadwal keberangkatan menuju Muzdalifah setelah matahari terbenam.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Wukuf
Selain panduan utama, terdapat sejumlah kesalahan umum yang perlu dihindari oleh jemaah haji saat berada di Arafah.
1. Berwukuf di Luar Batas Arafah
Jemaah wajib memastikan dirinya berada di dalam area Arafah. Jika berada di luar batas, maka wukuf dianggap tidak sah.
2. Terlalu Sibuk Bermain Media Sosial
Jemaah diimbau tidak menghabiskan waktu untuk fotografi atau media sosial sehingga kehilangan kesempatan memperbanyak ibadah dan doa.
3. Menganggap Jabal Rahmah Memiliki Keutamaan Khusus
Mendaki Jabal Rahmah bukan bagian wajib dari ibadah haji dan tidak memiliki keutamaan khusus yang diwajibkan syariat.
4. Meninggalkan Arafah Sebelum Matahari Terbenam
Jemaah tidak diperbolehkan meninggalkan Arafah sebelum matahari terbenam karena dapat memengaruhi kesempurnaan ibadah haji.
5. Berpuasa saat Wukuf bagi Jemaah Haji
Berbeda dengan umat Islam yang tidak berhaji, jemaah haji tidak dianjurkan berpuasa Arafah karena membutuhkan kondisi fisik yang kuat selama menjalankan rangkaian ibadah.
Cara Wukuf yang Benar
Agar ibadah berjalan sesuai tuntunan, berikut tata cara yang dianjurkan:
- Mematuhi batas-batas Arafah yang telah ditentukan
- Fokus memperbanyak doa dan ibadah
- Tetap berada di area Arafah hingga matahari terbenam
- Mengikuti arahan petugas haji
Dengan memahami panduan ini, diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan wukuf dengan khusyuk, aman, dan sesuai syariat Islam. Wukuf di Arafah bukan hanya sekadar rangkaian ibadah, tetapi juga menjadi momen penuh pengampunan dan doa bagi umat Muslim yang menunaikan ibadah haji.