Jangan Sampai Salah! Intip Cara Olah Daging Kurban agar Empuk dan Bergizi

Ilustrasi Pexels

Jangan Sampai Salah! Intip Cara Olah Daging Kurban agar Empuk dan Bergizi

Muhamad Marup • 26 May 2026 22:35

Jakarta: Momentum Iduladha selalu identik dengan melimpahnya daging kurban di rumah. Di balik kondisi tersebut, banyak orang masih menghadapi masalah yang sama: daging terasa alot saat dimasak.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Reisi Nurdiani, menerangkan, proses pengolahan sangat memengaruhi kandungan gizi pada daging kurban, terutama protein. Menurutnya, memasak dengan suhu tinggi memang dapat menurunkan kadar protein, tetapi justru membuat protein lebih mudah dicerna tubuh.

"Protein pada daging kurban matang memang berkurang, tetapi menjadi lebih bermanfaat karena telah mengalami denaturasi sehingga lebih mudah diserap tubuh dibandingkan protein pada daging mentah," ujar Reisi, mengutip laman resmi IPB University, Selasa, 26 Mei 2026.

Selain protein, daging kurban juga kaya akan zat besi (Fe) yang penting bagi tubuh. Berbeda dengan protein, kandungan zat besi cenderung lebih stabil meskipun terkena panas saat proses memasak.

"Meskipun ada sedikit pengurangan, kandungan zat besi pada daging umumnya tidak banyak berubah," jelasnya.

Tips mengolah daging kurban

Reisi menyarankan penggunaan bahan pengempuk alami sebelum proses memasak agar daging kurban tidak alot. Selain mudah ditemukan, cara ini juga dinilai lebih praktis dan aman digunakan sehari-hari.

Beberapa bahan yang bisa digunakan yaitu:

Daun pepaya

Daun pepaya mengandung enzim papain yang mampu memecah jaringan protein pada daging kurban sehingga teksturnya menjadi lebih empuk. Daun pepaya setengah tua dihancurkan, lalu dibalurkan ke permukaan daging dan didiamkan beberapa saat sebelum dimasak.

Nanas

Nanas mengandung enzim bromelin yang bekerja hampir serupa dengan papain. Nanas bisa diparut lalu dioleskan pada daging kurban sebelum dimasak. Selain membantu mengempukkan, nanas juga memberi aroma segar pada masakan.

"Kiwi, jahe, hingga daun pandan wangi yang kerap digunakan dalam resep tertentu," tambah Reisi.

Teknik masak daging kurban


Ilustrasi Pexels


Selain penggunaan bahan alami, teknik memasak juga menjadi faktor penting untuk menghasilkan daging kurban yang empuk. Setiap bagian daging membutuhkan perlakuan berbeda sebagai berikut.
  • Potong daging sesuai jenis masakan yang akan dibuat untuk membantu menjaga kandungan gizinya.
  • Potongan yang berserat kasar dan cenderung alot, seperti paha atau betis, metode slow cooking sangat dianjurkan.
  • Bagian daging yang memang sudah empuk, seperti tenderloin atau has dalam, tidak perlu dimasak terlalu lama.

"Dengan teknik pengolahan yang tepat, daging kurban tidak hanya menjadi lebih empuk dan nikmat disantap, tetapi juga tetap memberikan manfaat gizi yang optimal bagi tubuh," tuturnya.

(Muhamad Marup)